Beranda Artikel Tesla Ancang-ancang Bangun Gigafactory, di Indonesia?

Tesla Ancang-ancang Bangun Gigafactory, di Indonesia?

166
0
Presiden RI, Joko Widodo saat bertemu CEO Tesla Inc. Elon Musk di SpaceX, Boca Chica, Amerika Serikat, Selasa (15/5).

NIKEL.CO.ID, 23 Mei 2022-Produsen mobil listrik Tesla dikabarkan bersiap membangun Gigafactory kedua di Asia. Apakah di Indonesia?

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan pada 19 Mei bahwa Pemerintah Indonesia sedang dalam diskusi dengan Tesla untuk mendirikan pabrik electric vehicle/EV baru dilengkapi fasilitas produksi baterai.

Menteri Bahlil mengutarakan bahwa antara Pemerintah Indonesia dengan Tesla telah menyelesaikan kesepakatan-kesepakatan kerja sama pembangunan pabrik EV. Hanya, dia tidak merinci bunyi kesepakatan tersebut.

Bahlil mengisyaratkan bahwa proyek itu mungkin dimulai tahun ini. Dirinya juga mengatakan Tesla setuju untuk membangun pabrik baterai dan kendaraan listrik di kompleks industri di Provinsi Jawa Tengah.

“Insya Allah tahun ini Tesla masuk Indonesia. Tapi bulannya belum bisa saya umumkan. Kita tunggu saja, karena belum ada kesepakatan. Berapa investasinya masih dirahasiakan, masih menunggu. Tapi ini bagus, barang besar,” kata Bahlil Lahadalia.

Tesla telah mendirikan Gigafactory di Shanghai, Cina, yang merupakan Gigafactory kedua dari pembuat mobil dan yang pertama di luar AS. Sementara pembuat mobil juga telah memulai produksi di Gigaplant Berlin, Gigafactory lain di Asia dapat meningkatkan volume produksi dan pangsa pasarnya di ruang EV secara signifikan.

Pemerintah Indonesia telah mencoba menarik investasi dari Tesla selama beberapa tahun ini. Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia ingin memberikan nilai tambah terhadap produk olahan bijih nikel, salah satunya untuk bahan baku baterai EV. Ini juga bertujuan untuk memiliki 20 persen mobil yang dibangun di dalam negeri untuk menjadi listrik. Pabrik manufaktur Tesla di Amerika Serikat akan berkontribusi secara signifikan dalam tujuan itu.

Presiden RI, Joko Widodo bahkan telah bertemu dengan CEO Tesla Inc. Elon Musk di SpaceX, Boca Chica, Amerika Serikat, Selasa (15/5). Presiden Jokowi dalam Twitternya mengatakan, pertemuan keduanya merupakan tindak lanjut dari pembicaraan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) dengan Elon Musk. LBP sendiri telah menemui Elon Musk pada April lalu di kantor Tesla.

“Tindak lanjut perintah saya untuk berbicara dengan Elon mengenai investasi, mengenai teknologi, mengenai inovasi, dan sekarang saya ke sini dan bertemu langsung dengan Elon untuk mendiskusikan kerja sama yang akan datang,” jelas Jokowi dalam keterangannya.

Sementara itu, Elon Musk di akun twitternya mengatakan tertarik dengan masa depan Indonesia. Menurutnya, negara ini optimis dengan masa depan dan punya energi positif.

Elon juga mengungkapkan akan mencoba kerja sama melalui dua perusahaan yang dimilikinya yakni Tesla dan SpaceX. Dia mengatakan ketertarikan untuk bekerja sama dengan Indonesia karena memiliki potensi di banyak bidang.

“Kita akan melihat dari dekat bentuk kerja sama di banyak hal, karena Indonesia memiliki banyak potensi. Apalagi Indonesia memiliki jumlah populasi dan terus berkembang. Ini bagus karena kita membutuhkan banyak orang di masa depan,” kata Elon. (Chiva/Rief/bbs)

Artikulli paraprakHarga Melemah, Jien Nickel Tetap Tingkatkan Produksi Nikel Sulfat
Artikulli tjetërTujuh IUP Dicabut, ANTAM Ajukan Keberatan