Bahlil Siap Fasilitasi Eksekusi Investasi Mangkrak di Konawe Selatan

NIKEL.CO.IDKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengunjungi PT Bintang Smelter Indonesia (BSI) di Kabupaten Konawe Selatan dalam kunjungan kerjanya ke Kendari, Sulawesi Tenggara pada Rabu siang, 31 Maret 2021.

Didirikan sejak tahun 2013 lalu, PT BSI merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) pada sektor industri logam dasar mulia dan logam dasar bukan besi lainnya dengan realisasi investasi sebesar USD23 juta.

Selama dua tahun terakhir ini, PT BSI berhenti berproduksi karena menghadapi kendala terkait inefisiensi produksi. Selama ini perusahaan menggunakan kokas batu bara sebagai bahan bakar produksi. Ke depan agar lebih efisien, PT BSI akan mengubah teknologi dari Blast Furnace menjadi Rotary Klin-Electric Furnace (RKEF) dengan rencana investasi USD 110 juta.

Dalam kunjungannya, Bahlil menyampaikan bahwa dengan perubahan teknologi menggunakan RKEF tersebut, maka perusahaan akan lebih efisien dalam produksinya. Investasi yang dijalankan PT BSI dapat diadopsi oleh para investor lokal dengan investasi tidak terlalu besar serta penggunaan teknologi yang tidak terlalu rumit.

“Nah sekarang kan banyak anak-anak Sultra atau kita yang ada di indonesia ini enggak ingin membangun smelter. Ini prospek soalnya. Bisa kita mengadopsi yg kayak gini. Saya lihat kokas ya masalahnya. Kokas diubah ke listrik. Jadi masalah besarnya di situ saja. Ketika terjadi perpindahan, efisiensi pasti akan terjadi,” ucap Bahlil dalam keterangannya.

Kendala lain yang dihadapi oleh PT BSI adalah rencana pembangunan  Kawasan Industri (KI) seluas 1.400 Ha melalui afiliasinya PT. Tinanggea Kawasan Industri, di mana kawasan tersebut saat ini tidak termasuk dalam peruntukan industri.

“Tinggal tata ruangnya yang ada sedikit masalah. Tapi kita minta sama mereka, kalau sudah jadi PT BSI harus menggandeng pengusaha lokal. Kalau tidak, mungkin Bupati akan berpikir dua kali untuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) diubah,” ucap Bahlil.

Kepala BKPM menegaskan kembali bahwa setiap investasi yang masuk ke daerah, tidak hanya berdampak kepada pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga ada ruang kolaborasi untuk pelaku usaha di daerah agar bisa naik kelas.

“Jangan A sampai Z dikelola oleh perusahaan, enggak boleh. Harus melibatkan anak-anak daerah. Tapi anak daerah yang profesional, yang memenuhi syarat. Jangan anak daerah yang modal proposal,” tambah Bahlil.

Dalam melakukan pengawalan investasi, BKPM berkomitmen untuk memfasilitasi perusahaan jika menghadapi kendala, sehingga perusahaan dapat merealisasikan rencana investasinya dengan lancar di Indonesia serta memberikan dampak positif bagi penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

“Tekad kita cuma satu. Bagaimana kita dorong yang tidak efisien, kita buat efisien. Yang mangkrak kita jalankan. Yang belum jalan, kita berikan izin. Semata-mata kita lakukan untuk penciptaan lapangan kerja dan kolaborasi,” tutup Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT BSI An Sudarno menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kepala BKPM, Gubernur Sulawesi Tenggara, Pj Bupati Konawe Selatan beserta jajarannya ke lokasi smelter PT BSI di Kecamatan Tinanggea.

“Terima kasih atas dukungan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif terhadap investor. Kami harap akan lebih banyak investor yang tertarik untuk menanamkan investasinya di Kawasan Indsutri kami nantinya,” ujar An Sudarno.

Sumber: panjikendari.com

Read More

BKPM RI Sambut Baik Rencana Pengajuan Kawasan Industri PT BSI di Konawe Selatan

NIKEL.CO.ID – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia (RI) Bahlil Lahadalia, mengapresiasi dan menyambut positif bagi para investor tambang yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), salah satunya PT Bintang Smelter Indonesia (BSI) yang berada di Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Hal tersebut diungkapkannya, saat berkunjung di salah satu perusahaan tambang PT Bintang Smelter Indonesia atau PT Ifishdeco, di Kecamatan Tinanggea, Rabu (31/3/2021).

Dikatakannya, sebagai penanggungjawab investasi atau yang mendatangkan investasi, kehadirannya di Sultra untuk memastikan langsung di lapangan, apakah para investor mengalami kendala dilapangan.

“Jadi ketika investor mengalami kendala, silahkan disampaikan kepada ke kita, nanti kita carikan solusi terbaik. Terkait kendala apa yang dihadapi masing-masing investor di Sultra, termasuk di Kabupaten Konsel,” tuturnya.

Disamping itu, terkait pengajuan rencana kawasan industri PT BSI, menteri BKPM menyambut positif, namun sebelumnya dipastikan apakah lokasi investasi BSI, berada pada kawasan industri. Jadi jika BSI ini berada di kawasan industri, tentu keberadaan usaha akan lebih terjamin.

Kemudian, Terkait perijinan juga lebih mudah, jadi terkoneksi dalam memfasilitasi investor. Sehingga pihaknya sangat dukung, namun penting juga disinkronkan dengan Pemerintah Daerah, karena ada beberapa kewenangan itu adalah milih daerah. Diantaranya masalah kawasan dimaksud.

“Kita harapkan, para investor, maupun BSI untuk bersinergi dengan Pemda setempat,” tuturnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Gubernur Sultra H Ali Mazi, sangat menyambut positif dan berpesan bahwa, kehadiran investor di daerah itu. harus berkontribusi dengan pembangunan daerah.

“Jadi hubungan antara Pemda dan investor, harus lebih ditingkatkan lagi, komunikasi lebih baik. Dan ini juga jadi perhatian pak Menteri, sehingga kita bisa bersinergi untuk membangun daerah juga,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Ifishdeco, Moh Ishaq mengungkapkan, pihaknya berkomitmen dengan apa yang menjadi saran Menteri BKPM Bahlil Lahadalia, maupun Gubernur Sultra H. Ali Mazi.

“Menteri dan Gubernur menyambut baik, keberadaan PT BSI, tentu kita sebagai investor berkomitmen mengikuti saran maupun atauran, yang telah ditetapkan pusat dan daerah,” tukas Moh Ishaq

Dalam kunjungan tersebut, dihadiri oleh Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Presdir Perusahaan, Gubernur Sultra H. Ali Mazi, Pj Bupati Konsel Andi Tenri Rawe, Staf Khusus BKPM, Komite BKPM, Direktur Wilayah III, Sekda Konsel Ir. Sjarif Sajang, Kadis DPMPTSP Konsel serta Kadis DPMPTSP Sultra.

Sumber: suryametro.id

Read More

Kepala BKPM Akan Tata Ulang IUP di Sulawesi Tenggara

NIKEL.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menggelar rapat koordinasi dengan Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia (RI) bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait dengan penertiban Ijin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di daerah ini.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, rakor itu bertujuan menata kembali IUP yang telah ada. Selain itu, mendorong agar perusahaan yang telah mengantongi ijin agar segera melakukan aktifitas bisnisnya.

“Sudah barang tentu (perusahaan) yang bagus tetap jalan, yang belum bagus kita tanya masalahnya untuk dicarikan solusinya. Dan yang tidak bisa (jalan), kita akan lakukan tindakan hukum,” kata Kepala BKPM dalam konferensi pers di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Selasa 30 Maret 2021.

Dalam konferensi pers itu, Kepala BKPM didampingi oleh Gubernur Sultra Ali Mazi, Ketua Kamar Dagang Indonesia Rosan P. Roeslani, dan Ketua Kadin Sultra Anton Timbang. Dalam konferensi pers itu, Gubernur bertindak selaku moderator.

Konferensi pers ini digelar seusai pelantikan pengurus Kadin Sultra periode 2021-2026, yang dilaksanakan di Hotel Claro, Kendari. Kepala BKPM hadir melakukan pelantikan ini.

Diharapkan, dengan tertatanya IUP pertambangan, perusahaan-perusahaan yang ada bisa segera menjalankan aktifitas bisnisnya, yang pada gilirannya akan menciptakan lapangan kerja, berkontribusi dalam pendapatan daerah, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi.

Kepala BKPM mengatakan, banyak ijin investasi sudah keluar tapi belum dijalankan. Hal ini terjadi karena ijin-ijin tersebut bisa saja dipindahtangankan ke pihak lain. Hal inilah yang menjadi salah satu prioritas penataan yang akan dilakukan.

Selanjutnya, pengusaha-pengusaha lokal didorong untuk mengambil bagian dalam investasi tambang di Sultra. Kepala BKPM berharap, anak muda-anak muda Sultra ada yang menjadi konglomerat dari sektor tambang.

“Kita berikan kesempatan kepada anak-anak muda putra daerah Sultra untuk menjadi tuan di negeri sendiri,” tegas Bahlil.

Sementara itu, Gubernur Sultra Ali Mazi menambahkan bahwa semua perusahaan, baik yang belum memiliki ijin maupun yang sudah memiliki ijin akan dievaluasi.

“Kita undang pengusahanya, kapan mau operasikan. Apakah mau operasikan atau tidak,” kata Gubernur.

Terkait dengan ancaman kerusakan lingkungan di tengah maraknya investasi tambang, Kepala BKPM mengatakan bahwa pengawasan merupakan kuncinya. Analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) merupakan instrumen negara untuk mengikat pengusaha.

Menurut Kepala BKPM, pada masa silam, ijin amdal bukan merupakan bagian dari ijin usaha. Setelah Undang-Undang Cipta Kerja disahkan, amdal merupakan bagian dari ijin usaha, sehingga pengawasannya akan menjadi lebih ketat.

Sumber: sentrasultra.id

Read More

BKPM Akan Evaluasi Insentif Smelter Nikel Yang Nakal, Andre Rosiade: Surveyor Harus Kompeten

NIKEL.CO.ID – Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyoroti pengusaha smelter yang tidak mengikuti aturan soal harga patokan mineral (HPM). Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade setuju dengan Bahlil, namun menurutnya surveyor nikel yang digunakan perusahaan dalam negeri harus yang kompeten dan terdaftar.

“Saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Pak Bahlil tentang tak boleh ada pengusaha yang membeli di bawah HPM. Saya sangat mendukung Pak Bahlil dan Mendag Lutfi. Tapi itu belum cukup. Perlu juga ada kejelasan mengenai surveyor,” kata Andre Rosiade dalam keterangan tertulis, Jumat (26/3/2021).

Pria yang juga merupakan Ketua DPD Gerindra Sumbar ini mengatakan ada satu hal yang mengganjal berkaitan dengan pengecekan bijih nikel dalam smelter. Andre meminta surveyor-nya adalah surveyor yang kompeten dari dalam negeri, bukan dari perusahaan yang tak jelas kualitasnya.

Surveyor-surveyor-nya itu adalah yang diakui oleh pemerintah. Yang terdaftar oleh pemerintah dan kompetensinya tidak diragukan lagi, seperti Sucofindo, Surveyor Indonesia…. Jangan sampai pengusaha kita sudah pakai Surveyor Indonesia dan Sucofindo, sudah masuk ke smelter China itu lalu dipakai surveyor yang tidak bersertifikat Indonesia, lalu seenaknya bilang, ini di bawah spek. Tak bisa begitu,” kata Andre.

Pria yang juga merupakan Ketua Harian Ikatan Keluarga Minang ini meminta Mendag memastikan jangan lagi ada surveyor tak bersertifikat yang memegang peran di smelter nikel.

“Jangan sampai yang rugi adalah pengusaha nasional kita sehingga yang berkuasa ini surveyor kita, surveyor dari Indonesia,” tutur Andre.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BKPM Bahlil menyatakan banyak pengelola smelter yang membeli nikel di bawah harga patokan mineral (HPM) dari penambang nikel.

“Saat ini kita sedang canangkan Satgas Nikel, ini banyak juga laporan pengusaha ini tidak tertib. Dia pengin tidak membeli nikel dengan harga HPM,” ujar Bahlil dalam Raker Kemendag, Kamis (4/3/2021).

Dalam forum yang juga dihadiri Menteri Perdagangan M Luthfi ini, Bahlil meminta Kemendag memberikan sanksi juga kepada pengusaha-pengusaha smelter yang nakal ini. Caranya dengan tidak memberikan kuota ekspor pada produk dari smelternya.

“Nah, Kemendag kita minta kalau nakal-nakal ini jangan dikasih kuota ekspor banyak-banyak, sekalipun stainless steel-nya dia bagus-bagus. Supaya mereka ini ada efek jera,” kata Bahlil.

Bahlil mengatakan pengusaha-pengusaha nakal ini juga akan diberi sanksi oleh BKPM, salah satunya adalah dievaluasi insentif fiskal dan keringanan pajaknya.

“Di BKPM itu akan disanksi, dia dievaluasi insentif fiskal apa yang dikasih,” ujar Bahlil.

Sumber: detik.com

Read More

Kepala BKPM: Kesempatan Emas Kita Hanya Nikel

NIKEL.CO.ID – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia memiliki kesempatan untuk mengembangkan investasi di sektor nikel setelah kehilangan tiga fase keemasan industri yang meliputi olahan kayu, emas, dan batu bara.

“Satu kesempatan emas kita hanya nikel. Nikel sangat strategis karena hampir semua negara di Eropa pada 2030 mereka tidak akan pakai kendaraan yang berbahan bakar fosil,” kata Bahlil dalam diskusi virtual Katadata, Kamis, 25 Maret 2021.

Bahlil menjelaskan nikel merupakan komponen utama atau bahan baku bagi baterai mobil listrik yang biayanya bisa mencapai 40 persen dari keseluruhan bagian kendaraan. Saat ini, sekitar 25 persen cadangan nikel di dunia ada di Indonesia dan berpotensi dikembangkan.

Bahlil menyebut sejumlah perusahaan asing telah tertarik menanamkan modal untuk membangun industri nikel di dalam negeri, seperti LG Energy Solution, China’s Contemporary Amperex Technology (CATL), Tesla, dan BASF. LG misalnya, telah memiliki komitmen investasi senilai US$ 9,8 miliar dan CATL senilai US$ 5,2 miliar.

Dengan potensi yang dimiliki, Indonesia pada 2035 digadang-gadang dapat memproduksi 4 juta mobil listrik dan 10 juta motor listrik.

“Kita dukung pembangunan sumber daya alam untuk dikelola sampai hiliriasi,” ujar Bahlil.

Dia menjelaskan, Indonesia pada masa lalu kehilangan fase keemasannya untuk industri kayu dan olahan kayu karena tidak mampu mengoptimalkan pengembangannya di sisi hilir.

Menurut dia, tidak ada satu pun perusahaan furnitur yang masuk peringkat sepuluh besar dunia. Padahal potensi kayu di Indonesia sangat besar, khususnya di Kalimantan, Maluku, Papua, dan Sulawesi.

Di sisi lain, Indonesia juga kehilangan fase keemasan untuk industri pertambangan, khususnya emas.

“Kita tidak mampu memaksimalkan karena kita tidak membangun smelter yang baik,” ujar Bahlil.

Di fase selanjutnya, Indonesia hampir melewati masa keemasan untuk industri batu bara karena tidak mengembangkan gasifikasi dan etanol. Padahal selama ini, kata Kepala BKPM itu, Indonesia masih mengimpor gas setiap tahun.

Sumber: tempo.co

Read More

Kepala BKPM Sindir Perbankan Minta Ekuitas 30 Persen ke Pengusaha Tambang

NIKEL.CO.ID – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyindir pihak bank karena persyaratan pengajuan meminjam modal dinilai masih belum berpihak kepada pengusaha lokal yang bergerak di sektor pertambangan.

“BUMN dan pengusaha nasional tidak bisa membangun smelter yang baik, salah satunya karena perbankan yang tidak terlalu merespon ini dengan baik,” kata Bahlil Lahadalia dalam acara Rakernas Hipmi di Jakarta, Sabtu (6/3/2021).

Dalam forum yang dihadiri pengusaha muda dari seluruh Indonesia itu dia bercerita bahwa pihak perbankan masih takut memberikan pinjaman modal untuk sektor pertambangan. Bahkan, perbankan meminta ekuitas 30 persen kepada pengusaha.

“Satu smelter untuk satu tungku skala besar butuh Rp1 triliun, lebih efisien bisa tiga sampai empat tungku, minta equity 30 persen, boro-boro 30 persen, 10 persen saja [pengusaha] harus patungan dulu,” kata Bahlil.

Menurutnya, syarat perbankan ini menjadi salah satu penyebab pengembangan sektor tambang yang dilakukan pengusaha lokal menjadi kurang kompetitif bila dibandingkan dengan eksplorasi yang dilakukan pengusaha asing.

Merujuk data BKPM, realiasai investasi pada 2020 tercatat sebesar Rp826,3 triliun dengan angka penyerapan tenaga kerja mencapai 1.156.360 orang yang bekerja di 153.349 proyek.

Jika dirinci, investasi dari sisi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp413,5 triliun atau 50,1 persen dari total investasi. Sedangkan investasi Penanaman Modal Asing (PMA) berjumlah Rp412,8 triliun atau 49,9 persen dari total investasi tahun lalu PP.

“Maluku dan Sulawesi Tenggara menjadi salah satu tujuan PMA, karena di sana mereka membangun smelter nikel,” kata Bahlil.

Sumber: bisnis.com

Read More

Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik LG Dijadwalkan Akhir Maret 2021

LG bersama dengan Hyundai, POSCO Group, dan salah satu perusahaan asal China akan bekerja sama dengan BUMN untuk membangun proyek tersebut.

NIKEL.CO.ID – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan LG Energy Solution akan melakukan groundbreaking untuk proyek industri baterai kendaraan listrik di Batang pada akhir Maret 2021.

“LG yang investasinya US$9,8 miliar mulai groundbreaking di bulan Maret akhir, untuk 10 gigawatt pertama,” katanya dalam Rakernas Kementerian Perdagangan 2021, Kamis (5/3/2021).

Bahlil menjelaskan LG bersama dengan Hyundai, POSCO Group, dan salah satu perusahaan asal China akan bekerja sama dengan BUMN untuk membangun proyek tersebut.

“Mereka kerja sama dengan BUMN Indonesia, yang mulai dari pross tambang, smelternya, baterai cell, mobil, sampai dengan mesinnya,” jelasnya.

Di samping itu, Bahlil mengatakan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dan BASF juga sedang dalam proses berinvestasi untuk proyek industri baterai kendaraan listrik.

Seperti diketahui, LG sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Perdagangan untuk proyek kerja sama tersebut.

Bahlil optimistis investasi LG Energy Solution akan berdampak positif pada perekonomian daerah, menimbulkan multiplier effects, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Melalui proyek kerja sama investasi ini, Indonesia diproyeksikan akan naik kelas dari produsen dan eksportir bahan mentah menjadi pemain penting pada rantai pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik.

Pasalnya, baterai listrik merupakan komponen utama mobil listrik, yang dapat mencapai 40 persen dari total biaya mobil listrik. Pada 2035, Indonesia mencanangkan untuk memproduksi 4 juta mobil listrik dan 10 juta motor listrik.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Wah, LG Mau Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Akhir Maret 2021!“.

Read More

Diam-Diam RI Lagi Rayu VW Bikin Mobil Listrik

NIKEL.CO.ID – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan masih terus menjalin komunikasi dengan beberapa perusahaan mobil listrik dunia, salah satunya dengan perusahaan raksasa asal Amerika Serikat, Tesla.

“Yang sudah kita lakukan mengundang beberapa investor. LG dengan konsorsiumnya melibatkan Hyundai, Posco dan beberapa perusahaan dari China kita sudah tanda tangan sekitar US$ 9,8 billion. BASF dalam proses komunikasi, Tesla dalam proses komunikasi,” sebut Bahlil salam MNC Group Investor Forum 2021, Rabu (3/3/21).

Namun, ada nama baru yang muncul. Ketika Tesla terus dirayu namun belum juga membuahkan hasil yang konkret, Pemerintah nampaknya mulai mengalihkan perhatian kepada pabrikan lainnya. Kali ini bukan ke perusahaan AS, melainkan pemain otomotif asal Jerman.

“VW (Volkswagen) itu juga dalam proses komunikasi,” sebut Bahlil.

Jika jadi berinvestasi, kehadiran VW bakal menambah semarak industri mobil listrik yang masih berubah signifikan. Bahlil menyebut langkah itu karena banyak dari negara lain sudah mengambil target ambisius dalam pengembangan mobil listrik.

“Eropa pada 2030 ada 70% mobil mereka mobil listrik, China pada 2027-2028 menargetkan 60%, jadi hampir seluruh dunia alihkan fosil ke baterai. Kebetulan Indonesia punya cadangan nikel 25% dari total cadangan nikel dunia, jadi kita betul-betul punya alam luar biasa dan 80% bahan baku baterai ada di Indonesia, seperti kobalt, mangan, nikel,” jelas Bahlil.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan hingga saat ini pihaknya masih bernegosiasi dengan pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla Inc.

Kendati demikian, menurutnya dirinya tidak pernah menyebut bahwa minat investasi Tesla di Indonesia terkait pembangunan pabrik mobil listrik.

“Yang benar begini, kita sudah NDA (Non-Disclosure Agreement) dengan mereka. Saya nggak mau mengulangi kesalahan. Kita tidak tidak pernah bicara pabrik mobil. Ada enam sebenarnya di tempat mereka itu, ada Starlink, launching pad, hypersonic, battery lithium pack, stabilizer energi, itu yang kita bicarakan,” paparnya saat diwawancarai Founder and Chairman CT Corp., Chairul Tanjung, di Economic Outlook 2021 CNBC Indonesia, Kamis (25/02/2021).

Sumber: CNBC Indonesia

Read More

BKPM Pastikan Pengalaman Kelam Investasi Freeport Tak Terulang

NIKEL.CO.ID – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, investasi yang dilakukan PT Freeport menjadi pengalaman terburuk dalam sejarah Indonesia. Bagaimana tidak, puluhan tahun Indonesia tidak mendapatkan optimal manisnya hasil tambang emas di Timur Indonesia.

“Freeport itu menjadi pengalaman kelam bagi kita. Dulu tahun 70-an ketika Freeport dibangun, negara belum ikut mengambil bagian secara maksimal,” kata Bahlil dalam Webinar MNC Investor Forum 2021, Jakarta, Rabu (3/3).

Maka dari itu, mulai saat ini investasi dari perusahaan asing perlu dikawinkan dengan perusahaan BUMN. Seperti yang dilakukan LG dengan konsorsium BUMN untuk mengelola nikel.

Nikel merupakan material utama yang dibutuhkan dalam pembuatan baterai lithium. Hilirisasi nikel disebut akan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi mobil listrik di dunia.

“LG ini kita ikutkan adalah BUMN-BUMN kita seperti Antam, Mind ID, Pertamina dan PLN ikut bersama-sama dalam tim di LG. Jadi mereka gabung itu,” kata dia.

Begitu juga dengan Contemporary Amperex Technology (CATL) yang menggandeng pengusaha nasional dan pengusaha lokal berbasis UMKM. Cara ini, kata Bahlil, menjadi bisa memberikan manfaat lebih besar baik untuk pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

Sehingga pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh merata dan lebih banyak yang bisa menikmati hasil investasi asing di dalam negeri.

“Sebuah investasi yang masuk akan memberikan pertumbuhan ekonomi daerah tetapi juga pemerataan pertumbuhan dan ikut besar bersama-sama itu terwujud. Itulah esensi daripada satu investasi yang berkualitas,” kata dia mengakhiri.

Sumber: merdeka.com

Read More

Menko Luhut Tegaskan Tak Negosiasi dengan Tesla Soal Mobil Listrik

NIKEL.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tak pernah secara spesifik membicarakan pabrik mobil listrik dengan produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat, Tesla Inc.

Luhut menjelaskan, alasan Tesla melirik Indonesia adalah karena sebagai penghasil nikel ore terbesar di dunia. Dimana nikel ini dapat digunakan dalam pengembangan mobil listrik Tesla.

“Jadi yang benar gini, ada enam di tempat mereka itu, salah satunya mobil. Ada lagi mengenai Starlink launching pad, hypersonic, ada baterai lithium pack, dan stabilizer energy. Itu yang kita bicarakan,” kata Luhut dalam Indonesia Economic Outlook Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia 2021, Kamis (25/2/2021).

Untuk diketahui, perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat itu dikabarkan semakin positif memilih India sebagai basis produksi keduanya di Asia. Padahal di saat yang sama Indonesia juga sedang melakukan pendekatan. Namun Luhut masih optimis dengan kelanjutan dari negosiasi dengan Tesla, menimbang sumber daya yang dimiliki Indonesia.

“Jadi, mereka (Tesla), melihat potensi kita. Dan sampai hari ini kita masih bicara,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan adanya perjanjian di mana isu negosiasi tidak boleh diungkapkan kepada publik (Non-Disclosure Agreement/ NDA). Oleh sebab itu, pihaknya tidak bisa merinci apa saja yang saat ini tengah dibicarakan.

Kepala BKPM: Negosiasi dengan Tesla Masih Jalan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengatakan belum ada keputusan mengenai batalnya investasi Tesla di Indonesia. Proses negosiasi masih berjalan.

“Kalau Tesla itu masih dalam negosiasi, gagal itu kalau sudah ada keputusan. Ini kan masih negosiasi,” kata Bahlil dalam webinar PT Krakatau Bandar Samudera pada Rabu (24/3/2021).

Bahlil menekankan bahwa peluang untuk bekerja sama harus selalu terbuka.

“Pengusaha itu kalau tidak ada peluang harus menciptakan peluang. Tidak boleh pesimis, selalu harus terbuka,” ungkapnya.

Tesla dikabarkan akan memilih India untuk berinvestasi dalam pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik (EV battery). Pemerintah Indonesia saat ini tengah fokus merealisasikan rencana menjadikan Indonesia sebagai pasar besar untuk baterai kendaraan listrik, dan Tesla disebut sebagai salah satu perusahaan yang tertarik berinvestasi.

Bahlil mengatakan, di masa depan adopsi mobil listrik berbasis baterai akan semakin besar. Pada 2028 – 2030, 60 hingga 70 persen mobil di Eropa sudah harus bergeser ke mobil listrik.

“80 persen dari total bahan baku baterai mobil itu ada di Indonesia. Dengan kata lain, Indonesia ke depan akan menjadi negara penghasil baterai terbesar,” tuturnya.

Sumber: Liputan6.com

Read More