Presiden Promosikan EBT di B20 Summit, Ini Reaksi Anggota Komisi Vll DPR

204

NIKEL.CO.ID, 18 November 2022 – Anggota Komisi VII DPR RI, Rofik Hananto menilai sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggaungkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di B20 Summit 2022 Bali tidak terlalu penting. Menurutnya, yang terpenting adalah merealisasikan program tersebut menjadi sumber energi yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.

Hal itu lantaran sudah menjadi pengetahuan umum bagi masyarakat bahwa Indonesia memiliki potensi kekayaan EBT yang sangat besar.

“Yang penting sekarang merealisasikan potensinya menjadi sumber energi yang riil dan bersih bagi masyarakat, terutama pengembangan EBT ini untuk daerah di luar Jawa dan Bali. Karena Jawa dan Bali sudah oversupply dengan PLTU batubara,” ucap Rofik dikutip laman resmi dpr.go.id Kamis (18/11/2022).

Menurut Rofik, apa yang ditunjukkan Presiden Jokowi hanyalah sebuah pencitraan. Permasalahan tentang Daftar Inventaris Masalah RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET) saja sampai saat ini belum diserahkan pemerintah ke DPR.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa RUU usulan DPR itu telah dikirimkan Pimpinan DPR RI ke pemerintah lebih dari 60 hari yang lalu.

Sehingga berdasarkan UU No. 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (P3), maka seharusnya, saat ini sudah dilakukan pembahasan RUU tersebut oleh DPR dan Pemerintah, karena sudah lebih dari 60 hari.

“Ini kalau pemerintah benar-benar serius ya,” tegas Politisi PKS.

Rofik menuturkan bahwa Indonesia memiliki beragam kekayaan EBET, mulai dari sumber daya solar/matahari, sungai-sungai untuk pembangkit mikrohidro, serta panas bumi yang melimpah. Semua kekayaan tersebut harus diupayakan secara serius.

“Karena selama ini pemerintah selalu menggemborkan pembangunan infrastruktur tetapi infrastruktur energi kurang mendapat perhatian,” tuturnya.

Adapun Presiden Jokowi mempromosikan kekayaan Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET) tersebut dalam acara B20 Summit 2022 pada 14 November 2022 terkait dengan ekonomi hijau. Menurutnya Indonesia memiliki potensi yang besar dalam ketersediaan energi baru dan energi terbarukan.

“Sudah sering (saya) sampaikan bahwa potensi energi baru terbarukan atau renewable energy di Indonesia itu sangat besar. Ada potensi 434.000 MW baik dari hydropower, geothermal, solar panel, angin, semuanya ada,” katanya.

Atas hal tersebut, Jokowi menegaskan bahwa inilah kesempatan para investor untuk menjalin kerjasama dengan Indonesia untuk menanamkan investasinya, dan membawa teknologi. Karena pembangunan ekosistem kendaraan listrik dan energi hijau memerlukan uang yang tidak sedikit dan diperlukan kerjasama dalam membangun ekonomi hijau di Indonesia.

“Dan kami telah menyiapkan di Kalimantan Utara 30.000 hektare lahan untuk green industrial park, yang nantinya saya yakin akan berbondong-bondong investor datang untuk membangun produk-produk hijau dari Indonesia,” tegasnya.

“Karena di dekat kawasan itu ada Sungai Kayan yang bisa memproduksi energi bersih, energi hijau sebesar 13.000 MW yaitu hydropower,” tukas Presiden Jokowi. (Shiddiq)