Beranda Daerah Pesan Wapres saat Peletakan Batu Pertama Kawasan Industri NIS

Pesan Wapres saat Peletakan Batu Pertama Kawasan Industri NIS

158
0
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat memberikan sambutan di acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kawasan Industri NIS di Konawe Utara. Foto: Dok. APNI
Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan di acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kawasan Industri NIS di Konawe Utara. Foto: Dok. APNI

NIKEL.CO.ID, 19 Mei 2022-Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin mengakui bahwa Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu penghasil nikel terbesar di Indonesia.

Hal itu disampaikan Wapres Ma’ruf Amin saat memberi sambutan di acara Peletakan Batu Pertama Kawasan Industri Nusantara Industri Sejati (NIS) di Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamis (19/5/2022).

 Wapres mengatakan, Allah SWT menganugerahi Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) di setiap jengkal tanahnya. Salah satunya merupakan komoditas dengan cadangan terbesar di dunia, yaitu nikel.

“Bahkan saat ini kita berdiri di atas wilayah penghasil nikel terbesar di Indonesia,” kata Wapres di Konawe Utara, Sultra (19/5/2022), seperti dikutip.

Dia mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian ESDM, cadangan nikel Indonesia sebesar 72 juta ton atau mencapai 52% dari total cadangan nikel dunia pada 2020. Ini artinya Ini artinya Indonesia memegang peranan sangat penting dalam penyediaan bahan baku produk nikel dunia.

Namun, ungkapnya, Indonesia dengan anugerah SDA berlimpah, apabila tidak bijak mengurusnya, justru berpotensi mengalami kemerosotan ekonomi.

Dia menekankan, kekayaan bumi Indonesia tidak boleh dinikmati oleh generasi saat ini saja, tetapi harus membawa berkah bagi generasi mendatang. Dengan demikian upaya ekstraksi SDA tidak bisa dilakukan secara berlebihan, tetapi dengan memperhatikan aspek keberlanjutan.

Karena itu, Wapres mengaku senang dengan dimulainya pengembangan Kawasan Industri NIS yang sejalan dengan keinginan pemerintah mengembangkan ekosistem kawasan industri modern berwawasan lingkungn dan berkelanjutan.

Dirinya juga mengutarakan pentingnya partisipasi investor di dalam membangun ekosistem industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Wapres berpesan kepada pengelola Kawasan Industri NIS, agar segera menyiapkan daya dukung dan daya tampung di dalam kawasan industri, untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing ekspor.

Untuk pemerintah daerah, gubernur dan bupati, Wapres menekankan untuk terus menjaga iklim investasi di Provinsi Sulawesi Tenggara umumnya, dan Kabupaten Konawe Utara khususnya, selalu kondusif.

Wapres menyampaikan pemerintah pusat mendukung penuh agar iklim investasi di Indonesia semakin baik serta telah dan terus mengupayakan peningkatan daya tarik investasi, mulai dari pemberian kemudahan perizinan, fasilitas intensif fiskal dan nonfiskal, hingga pemberlakuan larangan ekspor bahan mentah.

 “Saya berharap nantinya Kawasan Industri NIS dapat bersinergi dengan sektor UMKM. Peluang-peluang usaha baru bagi UMKM perlu dibuka lebar agar kontribusi kawasan industri semakin luas bagi perekonomian daerah dan nasional,” kata Wapres.

Seperti diberitakan Nikel.co.id, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin didampingi Ibu Wury, melakukan kunjungan kerja ke Konut dan Kota Kendari sejak 19-20 Mei 2022. Turut mendampingi Wapres Ma’ruf, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo serta Kepala Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Noor Achmad.

Dalam rangkaian kunjungan kerja di Konut, Wapres Ma’ruf Amin menghadiri acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kawasan Industri NIS di Kecamatan Motui.

Ketua Umum APNI Nanan Soekarna dan Sekretaris Jenderal APNI Meidy Katrin Lengkey (kemeja putih) bersama unsur Muspida di sela acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kawasan Industri NIS di Konut, Sultra. Foto: Dok. APNI

 

Sementara itu, nampak juga beberapa Pengurus DPP Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), di antara Ketua Umum Nanan Soekarna, Sekretaris Jenderal Meidy Katrin Lengkey, Sekretaris Umum II: Sucianto Suaib Saenong, Wakil Bendahara Umum II: E. Ense Da Cunha Solapung turut menghadiri acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kawasan Industri NIS.

Ketua Umum APNI, Nanan Soekarna menyampaikan ucapan selamat atas telah dilaksanakannya peletakan batu pertama pembangunan Kawasan Industri NIS di Konut. Dia berharap, jika nanti pembangunan smelter nikel sudah beroperasi di Motui, dapat menjalankan pesan yang disampaikan Wapres Ma’ruf Amin.

“APNI berharap smelter nikel di Kawasan Industri NIS ini dapat menggandeng serta menjalin kerja sama dengan pelaku usaha penambang nikel yang ada di Provinsi Sultra umumnya, dan Kabupaten Konut khususnya. Kerja sama untuk penyediaan bijih nikel untuk kebutuhan produksi smelter nikel ini,” harap Nanan.  (Syarif/bbs)

 

Artikulli paraprakBertengger di US$ 26,175 per ton, Harga Nikel Melemah
Artikulli tjetërPerusahaan Pertambangan Wajib Terapkan HSE