Beranda Berita Nasional NBRI Gelar FGD Strengthening Battery Ecosystem through Partnership

NBRI Gelar FGD Strengthening Battery Ecosystem through Partnership

73
0
Founder NBRI Profesor Evvy Kartini saat menjadi pembicara di FGD with Partners

NIKEL.CO.ID, 27 Juli 2022– “We can give a solution for battery and especially for Indonesia”. Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. rer. Nat. Evvy Kartini, Founder National Battery Research Institute (NBRI), pada acara Focus Group Discussion NBRI with Partners, Selasa (26/7/2022). Acara ini mempertemukan NBRI dengan mitra-mitra strategis dalam bidang baterai di Indonesia dari berbagai sektor seperti sektor industri, pendidikan tinggi, dan lembaga penelitian

Prof. Dr. rer. Nat. Evvy Kartini mengatakan, pengembangan bidang baterai membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Sektor industri memiliki peran dalam memastikan produk baterai yang akan dihasilkan mampu memanfaatkan sumber daya mineral lokal. Sektor industri juga perlu mendapat sokongan kekuatan riset dari lembaga-lembaga penelitian. Selain itu, Indonesia juga membutuhkan bantuan dari universitas untuk mencetak sumber daya manusia yang mumpuni dalam bidang baterai.

Sejalan dengan hal tersebut, Prof. Alan J. Drew, Co-Founder NBRI, turut menyatakan dukungannya untuk memajukan pengembangan baterai Indonesia. Prof. Alan J. Drew meyakini bahwa memajukan baterai akan dapat meningkatkan posisi Indonesia di hadapan dunia. Baterai merupakan faktor yang esensial dalam kehidupan manusia di masa mendatang yang dapat mempengaruhi berbagai sektor seperti ekonomi, pangan, lingkungan, dan lain-lain.

Co-Founder NBRI , Prof. Alan J. Drew saat menjadi pembicara FGD

Kegiatan Fokus Group Discussion NBRI with Partners ini turut dihadiri oleh Komjen. Pol. (Purn) Ir. Nanan Soekarna (Ketua Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia), Ir. I Made Dana Tangkas, M.Si,IPU, ASEAN. Eng (President & Founder, IBIMA & IOI), Ir. Pratjojo Dewo M.Sc (President Director, PT Komatsu Indonesia), Leomirnandi Karamoy (President Director, PT Pembangunan Sulteng), Yonathan Parlindungan (Country Director, PT UL Indonesia), Hasanuddin Thoyieb (Wakil rektor Universitas Dian Nusantara), Prof. Dr. Eng. Fergyanto E. Gunawan (Profesor di BINUS University), dan lainnya.

Prof. Evvy Kartini dan Prof. Alan J.Drew bersama Ketum APNI Nanan Soekarna dan Sekum APNI Meidy Katrin Lengkey

“Kegiatan Kegiatan Focus Group Discussion ini menjadi ruang berbagi wawasan dan pandangan mengenai pengembangan baterai di Indonesia. NBRI beserta mitra-mitra yang hadir menyampaikan rencana dan pandangan masing-masing instansi dalam isu pengembangan baterai,” jelas Profesor Evvy Kartini.

NBRI berharap melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan di bidang baterai di Indonesia mampu menyatukan keinginan bersama untuk memajukan industri baterai Indonesia melalui kolaborasi antar sektor dari hulu ke hilir.

Sekilas NBRI

National Battery Research Institute adalah Center of Excellence Innovation of Battery and Renewable Energy Foundation. NBRI adalah lembaga ilmu pengetahuan dan teknologi penyimpanan energi elektrokimia independen di Indonesia, mendukung penelitian, pelatihan, dan pendidikan.

NBRI bertujuan untuk berkontribusi pada keseluruhan kapasitas penelitian dan lingkungan pelatihan di Indonesia dalam Riset Baterai. Tujuan utama NBRI adalah mendorong dan mendukung industri pembuatan baterai yang menggunakan sumber daya lokal, yang akan memungkinkan Indonesia mandiri dalam energi.

“Visi kami untuk NBRI adalah mengumpulkan semua pemangku kepentingan Indonesia dalam penelitian dan produksi baterai, untuk membantu membentuk penelitian baterai nasional yang kuat dan meningkatkan visibilitas penelitian baterai di tingkat pemerintah,” tutur Profesor Evvy Kartini.

Sejak memulai kegiatannya pada Januari 2020, NBRI telah melakukan berbagai kegiatan antara lain Focus Group Discussion (FGD), NBRI Lectures, Millennials Talks, dan Joint Webinars dengan berbagai institusi, universitas, industri, komunitas, baik dari lingkup nasional maupun internasional. (Syarif)

Artikulli paraprakProspek Ekonomi AS Suram, Harga Nikel Langsung Melemah
Artikulli tjetërPj Sekda Pemprov Sultra Sebut Ada 16 Tantangan Implementasi RUED