Beranda Berita Nasional MoU DPR RI dan DPR Korsel dari Peluang Investasi IKN, Jet Tempur,...

MoU DPR RI dan DPR Korsel dari Peluang Investasi IKN, Jet Tempur, hingga EV

194
0

NIKEL.CO.ID, 20 JANUARI 2023 – Dewan Perwakilan Rakyat RI (DPR RI) melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan DPR Korea Selatan (Korsel), di antaranya di bidang investasi industri mobil listrik dan baterai. Ketua DPR RI, Puan Maharani berharap, pembahasan kerja sama itu guna meningkatkan kesejahteraan bagi para pengusaha dan rakyat kedua belah pihak. 

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Dr. Puan Maharani saat menggelar makan siang bersama dengan Ketua Majelis Nasional (Parlemen) Republik Korea (Speaker of National Assembly of Republic of Korea) Kim Jin-Pyo. Dalam pertemuan itu kedua pihak membicarakan potensi kerja sama investasi kedua negara.

“Karenanya, perlu untuk terus dipikirkan upaya meningkatkan promosi ekonomi, perdagangan, dan investasi untuk lebih mengenalkan potensi masing-masing negara,” kata Puan Maharani dalam acara makan siang bersama, pada Kamis kemarin, (19/1/2023). 

Menurut Puan, pembahasan kerja sama itu guna meningkatkan kesejahteraan bagi para pengusaha dan rakyat kedua belah pihak. Diharapkan dengan kerja sama itu dapat meningkatkan perekonomian maupun lapangan pekerjaan.

“Kerja sama investasi strategis industri mobil listrik dan baterai, investasi Korea dalam pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, kerja sama di bidang mobil listrik,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, peluang kerja sama pertahanan kedua negara yang perlu dijalin lebih dalam, termasuk dalam proyek pesawat tempur KF-21 Boramae IFX Jet tempur generasi terbaru, dan dukungan Indonesia menjadi Ketua KTT ASEAN sekaligus Ketua Presidensi ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA),” lanjutnya. 

Lebih detail, Puan menjelaskan beberapa pembahasan yang dibicarakan oleh DPR RI maupun Parlemen Korsel, di antaranya penguatan kerja sama sektor pariwisata berupa peraturan bebas visa.

Kemudian sektor pendidikan berupa tindak lanjut penandatanganan MoU antara sepuluh perguruan tinggi Indonesia dengan Pukyong National University, dan sektor ekonomi berupa tindak lanjut Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

Selain itu, dia juga berharap terjalinnya kerja sama yang kuat karena melihat masa depan Indonesia dan Korsel ditentukan oleh eratnya kerjasama ekonomi, perdagangan, dan investasi.

“Saya berharap hubungan ekonomi kedua negara tidak hanya dimanfaatkan bagi perusahaan-perusahaan besar. Namun, kita harus pastikan hal ini bermanfaat bagi perusahaan kecil dan menengah, serta rakyat kedua negara, serta bisa membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara,” paparnya.

Puan juga mengapresiasi kehadiran delegasi Parlemen Korsel Kim Jin-pyo ke Indonesia. Ditambah hubungan diplomatik yang genap berusia 50 tahun, diharapkan hubungan persahabatan dapat lebih erat terjalin. Terutama hubungan antara masyarakat kedua negara dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya masing-masing.

“Mari kita terus perkuat kerja sama kedua parlemen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara, yaitu rakyat yang kita wakili,” tuturnya.

Pada kesempatan berbeda, Ketua Delegasi Parlemen Korsel Kim Jin-pyo menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas sambutan hangat yang diberikan DPR RI melalui Puan Maharani dan diberikan kesempatan untuk bertemu dengan para pengusaha Indonesia.

“Senang juga bisa bertemu para CEO perusahaan Indonesia yang banyak membuat kerja sama investasi dengan Korea Selatan. Saya yakin di bawah kepemimpinan Ketua DPR RI, Ibu Puan Maharani, hubungan Korea Selatan dan Indonesia akan semakin erat,” ujarnya. 

Dalam pertemuan itu turut hadir mendampingi Puan Maharani yaitu, Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Dirut PT Antam Nicolas D. Kanter, Dirut PT Krakatau Steel Purwono Widodo, Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid, dan beberapa pelaku usaha di Indonesia.

Kerja sama RI – Korsel terkait investasi industri mobil listrik tersebut merupakan dukungan dalam mewujudkan ekosistem kendaraan listrik electric vehicle (ev) di Indonesia. Hal ini tentunya sesuai dengan cita-cita Indonesia dan program pemerintah yaitu menjadi raja produsen baterai dunia dan raja produsen mobil listrik nomor satu di dunia. 

Presiden Joko Widodo dalam kesempatan pembukaan Kompas100 CEO Forum Tahun 2022 di Istana Negara Merdeka Jakarta, beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa strategi pembangunan industri nasional yaitu membangun ekosistem besar untuk membuat negara lain tergantung kepada Indonesia. 

“Bagaimana membangun ekosistem besar sehingga negara lain tergantung pada kita. Karena kita memiliki nikel, bauksit, timah, dan potensi kita ini gede sekali,” ucap Presiden Jokowi ,pada Senin (5/12/2022).

Menurut Presiden, dari data yang diterima bahwa hasil penelitian, nikel Indonesia berada pada posisi nomor satu, disusul timah berada di nomor dua, bauksit nomor enam dan tembaga nomor tujuh di peringkat dunia. 

Oleh karena itu, Indonesia mempunyai semua bahan untuk membangun ekosistem EV, kecuali lithium. Untuk lithium, Indonesia akan bekerja sama dengan Australia dalam penyediaan lithium. Saat ini perusahaan tambang Indonesia sudah ada yang membangun tambang di Australia.

“Ini strategis benar melakukan intervensi seperti itu sehingga ekosistem besar yang ingin kita bangun, jadi,” jelasnya. 

Presiden menjamin kepada Menteri Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia bahwa investor yang akan datang ke Indonesia untuk mencari dan membeli baterai ev ketika strategi itu dapat terlaksana dengan baik dan benar.

Ia menegaskan, Indonesia mempersilahkan para investor untuk menjalin hubungan kerja sama baik dengan private sector maupun BUMN.

“Sehingga jangan sampai kita ini ditinggal. Ini kuncinya disitu tadi, di Amerika Latin, mereka membuka investor sendirian bertahun-tahun menikmati teknologi nggak ada transfernya sehingga tidak ada ketergantungan,” tegasnya. 

Presiden memprioritaskan untuk membangun satu ekosistem itu saja dulu baru ekosistem lainnya.

“Kalau ini jadi percaya saya, perkiraan saya 2026 – 2027 kita sudah kelihatan lompatannya. Ini akan kelihatan, akan berbondong-bondong masuk industri,” cetusnya. 

Menurutnya, industri otomotif seperti kendaraan motor listrik, mobil listrik itu akan menggantikan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil lebih dari 50% dari demand atau permintaan pasar.

“Inilah yang harus kita tangkap. Begitu ini jadi, hitung-hitungan, saya hitung berapa sih 60% mobil listrik, kendaraan listrik akan tergantung kepada ev baterai kita 60% dari pangsa pasar yang ada di dunia,” ungkapnya. 

Hal inilah yang menurut Presiden menjadi kekuatan besar industri ekonomi Indonesia seperti negara Taiwan yang mampu memproduksi chip untuk komponen digital. 

Dia juga mengajak para CEO untuk masuk dalam industri tersebut sehingga diharapkan mampu mentransformasi teknologi dan pengetahuan. 

Selain itu, Presiden juga mengatakan bahwa pada empat hingga lima tahun sebelumnya pendapatan negara dari ekspor bijih nikel hanya sebesar US$1,1 juta. Namun sekarang setelah larangan ekspor bijih nikel dan program hilirisasi industri nikel dilaksanakan, pendapatan negara bertambah berkali-kali lipat sebesar US$20,8 juta.

“Ya itu bagus tapi bukan itu tujuan kita. Itu baru step pertama bukan tujuan utama kita, bukan di situ. Tujuan utama kita adalah membangun sistem, membangun ekosistem besar,” pungkasnya. (Shiddiq)

Artikulli paraprakNasib Pekerja Tambang Kontras dengan Pendapatan Negara dari Keberhasilan Hilirisasi
Artikulli tjetërWacana Indonesia Nickel Price Index Makin Menguat