Sabtu, Januari 22
Shadow

Memilih Baterai Mobil Listrik yang Aman dari Hujan

Memilih Baterai Mobil Listrik yang Aman dari Hujan

NIKEL.CO.ID, Perlahan namun pasti, kendaraan listrik semakin menjadi perhatian publik. Kendaraan yang menggunakan baterai sebagai tenaga penggerak mesin tersebut, mulai merambah pasar otomotif di Tanah Air.

Kepala Bengkel Mobil Listrik salah satu perusahaan otomotif, Lestari, mengatakan mobil listrik mendapatkan tenaga dari bateri yang ukuran berat sekitar 40 persen dari total komponen mobil. Harga baterai mobil listrik itu bisa mencapai di kisaran Rp 300 juta.

Ia mencontohkan, untuk baterai seperti Bio Aidi, ukuran tenaganya sangat besar, sekitar 80 KWH. Keunggulannya, ketika mobil listrik dipacu dalam kondisi cuaca hujan pun kondisinya tetap aman dan tidak ada hambatannya.

Karena baterai Bio Aidi dilengkapi kedap terhadap air.
“Di pelindung baterai itu ada shield, jika pasang baut, dia akan nempel di dalamnya, sehingga aman dari rembasan air,” kata Lestari.

Ia menambahkan, untuk baterai lebih besar ada namanya kutub positif dan kutub negatif. Jadi, saat casing baterai harus dipasang shield supaya aman. Baterai ini dibuat dari Ion Lithium disebut juga dengan Li-ion.

Dan perusahan mobil Bio Aidi memang jagonya jenis dalam baterai Li-ion.
Mereka mempunyai teknologi yang dipatenkan terkait dengan baterai mobil listrik dan kandungan metal yang cukup tinggi

yang bisa membuat dari baterai ini cukup berat.
Jika mobil listrik menggunakan baterai ini jarak tempuhnya antara 300 KM-400 KM. Tetapi, penggunanya harus selalu memperhatikan

agar tidak langsung habis listriknya.
“Kalau kira-kira perjalanan cukup jauh, kita harus rajin charging agar tekanan listrik tidak langsung habis total,” sarannya.
Menurutnya, teknis penggunaan baterai listrik ini seperti halnya baterai handphone. Jika digunakan terus menerus, maka daya listriknya akan habis. (Herkis Mks)

Open chat