Beranda Berita Nasional ICB-REV 2022, Mengulik Kesiapan Indonesia Realisasikan EV

ICB-REV 2022, Mengulik Kesiapan Indonesia Realisasikan EV

201
0

Pendiri NBRI, Prof. Evvy Kartini. Foto: Dok.Nikel.co.id

NIKEL.CO.ID, 14 Juni– National Battery Research Institute (NBRI) akan menyelenggarakan kegiatan International Conference on Battery for Renewable Energy and Electric Vehicles (ICB-REV) pada 21 Juni-23 Juni 2022. Melalui ICB-REV2022, semua partisipan mendapatkan informasi yang first-hand dari para expert guna memupuk kesiapan Indonesia mengaplikasikan EBT, serta realisasi percepatan kendaraan listrik (electric vehicle).

Dorongan untuk terus berkontribusi dalam penangan krisis iklim menjadikan transisi menuju energi yang ramah lingkungan menjadi salah satu cara terbaik dalam mendukung dekarbonisasi. Presiden Joko Widodo juga menegaskan komitmen Indonesia dalam pemenuhan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Tahun 2022 Indonesia memegang Presidensi G20 dimana transisi energi berkelanjutan menjadi salah satu isu prioritas.

Fokus utama Indonesia dalam Nationally Determined Contribution, yaitu penurunan emisi karbon ditargetkan mencapai 29% pada 2030, dengan cara mengurangi secara signifikan penggunaan energi atau BBM berbasis fosil, dan selanjutnya mengoptimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), utamanya bagi sektor transportasi dan sektor industri.

National Battery Research Institute (NBRI) tergerak untuk berkontribusi dalam kemajuan riset baterai di Indonesia. NBRI merupakan platform yang menyatukan ilmuwan, akademisi, mitra industri, pemerintah, dan semua pemangku kepentingan yang fokus pada teknologi baterai dan energi terbarukan.

Sejak memulai kegiatannya pada Januari 2020, NBRI telah melakukan berbagai kegiatan, antara lain Focus Group Discussion (FGD), NBRI lectures, Millennials Talks, dan Joint Webinars dengan berbagai institusi, universitas, industri, komunitas, baik dari lingkup nasional maupun internasional. Salah satu program bergengsi adalah International Conference on Battery for Renewable Energy and Electric Vehicles (ICB-REV 2022).

Mengusung tema: “Akselerasi agenda transisi energi global melalui teknologi baterai revolusioner, energi terbarukan, dan kendaraan listrik”, ICB-REV 2022 menawarkan platform untuk mempertemukan dan mendiskusikan ide-ide penelitian inovatif dan mendorong kolaborasi dalam bidang baterai dari hulu ke hilir dari para ahli baik lokal maupun internasional.

Pendiri NBRI, Prof. Dr. rer. Nat. Evvy Kartini, mengatakan, ICB-REV 2022 juga menjadi ajang bagi pemerintah, peneliti, industri, millenial, dan semua golongan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap baterai, EBT, dan kendaraan listrik. Para peserta memiliki kesempatan tidak hanya mendengarkan, namun juga mempresentasikan gagasan mereka, serta mendaftarkan paper mereka di jurnal internasional.

Dalam mempresentasikan status terkini mengenai teknologi baterai, EBT, serta kendaraan listrik di dunia, ICB-REV2022 akan dihadiri oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia, Dr. Laksana Tri Handoko , Ir. Agus Tjahajana Wirakusumah (Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; Direktur Regional IUMRS, Prof. B. V. R. Chowdari, Co-Chair T20 Presidensi G20 Indonesia Prof. Bambang PS Brodjonegoro, Vice Principal of International, Queen Mary University of London, Prof. Colin Grant, Ketua Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia, Komjen. Pol. Purn. Nanan Sokarna, dan lain-lain.

“Bagi National Battery Research Institute tentu ini merupakan sebuah kehormatan, bahwa ide untuk dapat menyuarakan pentingnya pengetahuan tentang baterai diapresiasi oleh semua kalangan masyarakat serta mendapat dukungan dari sektor Industri, mitra kita di dalam dan luar negeri, serta pemerintah. Terbangunnya dialog konstruktif diharapkan dapat menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan khususnya bagi Indonesia dalam memperkuat sektor baterai,” kata Prof. Evvy Kartini.

NBRI berharap melalui ICB-REV2022 semua partisipan mendapatkan informasi yang first-hand dari para expert guna memupuk kesiapan Indonesia mengaplikasikan EBT, serta realisasi percepatan kendaraan listrik. (Syarif)

Artikulli paraprakHPM Juni Turun, Meidy Katrin Lengkey: Indonesia Bisa Menjadi Pengontrol Harga Nikel Dunia
Artikulli tjetërFaktor Ini yang Menekan Harga Nikel Dunia Turun