Faktor Ini yang Menekan Harga Nikel Dunia Turun

784

NIKEL.CO.ID, 14 Juni 2022—Harga nikel mulai tertekan kembali pada perdagangan di minggu ini, terpantau melalui London Metal Exchange (LME), pada Selasa, (14/6/2022) pukul 10.36 WIB 26.380 dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan penutupan kemarin.

Tidak stabilnya harga nikel masih di akibatkan dengan tingginya tingkat wabah virus Corona yang berada di Kota Shangai. China melaporkan tambahan kasus Covid-19 sebanyak 275 pada Sabtu (11/6/2022). Jumlah tersebut naik dibandingkan yang dilaporkan pada hari sebelumnya, yakni 210 kasus.

China sendiri adalah konsumen nikel terbesar di dunia. Menurut Statista, konsumsi China mencapai 1,31 juta ton. Sehingga permintaan dari China memiliki pengaruh terhadap laju harga nikel.

Namun di sisi lain menurut database harian Shangai Metal Market (SMM,) nikel SHFE dibuka pada 204.980 yuan/mt dalam perdagangan semalam, sedikit rebound setelah jatuh ke 201.000 yuan/mt ketika posisi beli meninggalkan pasar.

Terakhir, harga ditutup pada 202.720 yuan/mt, turun 2.930 yuan/mt, atau 1,42%, dari hari perdagangan sebelumnya. Volume perdagangan adalah 46.000 lot, dan minat terbuka turun 7.471 lot menjadi 55.301 lot.

Secara fundamental, penurunan harga NPI, penurunan biaya nikel sulfat, dan permintaan hati-hati dari stainless steel dan energi baru menekan harga nikel.

Namun, rendahnya persediaan nikel murni dan dimulainya kembali produksi prekursor dapat mendukung harga nikel. Dalam jangka pendek, harga nikel dapat berfluktuasi dengan beberapa potensi penurunan.

(Fia/Editor: Syarif)