Beranda Asosiasi Pertambangan Pertaabi Luncurkan Buku Tokoh Alat Berat Indonesia untuk Generasi Mendatang

Pertaabi Luncurkan Buku Tokoh Alat Berat Indonesia untuk Generasi Mendatang

82
0
(Foto: MNI/Tubagus)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Perkumpulan Tenaga Ahli Alat Berat Indonesia (Pertaabi) meluncurkan buku Tokoh Alat Berat Indonesia. Buku ini merupakan upaya mendokumentasikan peran para tokoh di sektor alat berat sekaligus menghadirkan karya yang dapat menjadi rujukan bagi generasi mendatang.

“Seminar dan peluncuran buku yang terselenggara hari ini tentu saja semua dipersembahkan untuk Indonesia. Saatnya memang kita harus bisa menuliskan karya-karya terbaik untuk generasi yang akan datang karena karya-karya itu sekarang menjadi langka. Semua diilustrasi dengan media sosial yang belum tentu keabsahannya dan kebenarannya,” ujar Direktur Pertaabi, Rohman Alamsyah, dalam peluncuran buku tersebut di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Rohman mengatakan, Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan dokumentasi tertulis yang merekam kontribusi para tokoh alat berat di Indonesia, sekaligus memperkuat peran karya sebagai sumber pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan di tengah derasnya arus informasi digital yang berkembang saat ini.

“Pada Ramadan kemarin, Pertaabi bisa menuntaskan sebuah karya yang baik yang bisa mendokumentasikan bagaimana para pejuang Pertaabi bisa menghiasi negeri kita untuk menginspirasi generasi-generasi penerus, generasi muda yang nantinya akan membuat Indonesia menjadi emas dan membuat Indonesia lebih berdaya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyoroti kondisi global yang saat ini memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk pergeseran isu dari lingkungan menuju tantangan ekonomi dan geopolitik yang semakin kompleks.

“Situasi saat ini adalah situasi yang sulit untuk pertumbuhan negeri kita. Semua sangat dipengaruhi oleh perkembangan. Dulu kita masih sibuk bicara dengan climate change, bagaimana membuat Indonesia atau dunia hijau. Tapi, sekarang kita didatangkan PR-PR yang lebih berat. Ada PR ekonomi yang semakin berat, kemudian ada geopolitik dan geomiliterisasi konflik yang menjadikan situasi bisnis menjadi tidak pasti, menjadi volatil,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Pertaabi berharap seminar dan peluncuran buku tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga membuka ruang diskusi dan kolaborasi lintas pihak dalam mencari solusi, termasuk terkait skema pendanaan terbaik untuk mendukung industrialisasi di Indonesia di tengah kondisi global yang dinamis. (Tubagus)