Beranda Asosiasi Pertambangan HUT Ke-9 APNI, Sekum APNI: Tegaskan Peran Indonesia sebagai Pemain Kunci Industri...

HUT Ke-9 APNI, Sekum APNI: Tegaskan Peran Indonesia sebagai Pemain Kunci Industri Nikel Global

115
0
Sekum APNI, Meidy Katrin Lengkey (Foto: MNI/Tubagus)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menegaskan komitmennya memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri nikel global.

Sekretaris Umum (Sekum) APNI, Meidy Katrin Lengkey, mengatakan, perjalanan sembilan tahun organisasi tersebut diwarnai berbagai upaya memperjuangkan kepentingan pelaku usaha pertambangan nikel sekaligus memperkuat tata kelola industri.

“Selama perjalanan sembilan tahun ini kami melakukan banyak sekali terobosan. Kami memperjuangkan agar harga patokan mineral (HPM) dapat segera dirilis, sehingga transaksi ekspor memiliki standar harga yang jelas,” kata Meidy dalam sambutannya pada perayaan HUT Ke-9 APNI, Hotel Sultan Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurut dia, APNI juga berperan aktif dalam mendorong sistem perdagangan nikel yang lebih transparan dan sesuai regulasi, termasuk dalam mekanisme transaksi dan kebijakan royalti. Ia juga  menjelaskan bahwa perkembangan industri nikel nasional dalam beberapa tahun terakhir turut mengangkat posisi Indonesia di tingkat global.

“Yang paling penting adalah bagaimana penambang Indonesia bisa menjadi penguasa global. Saat ini kita sudah mencapai sekitar 67% dari total kapasitas produksi dunia,” singkapnya.

Dominasi produksi tersebut, sambungnya, membuat Indonesia menjadi aktor penting dalam menentukan arah industri nikel global.

“Artinya, posisi Indonesia saat ini adalah key maker dan key player di dunia,” katanya.

APNI saat ini memiliki ratusan anggota yang terdiri dari perusahaan pertambangan, smelter, investor, hingga perusahaan internasional yang terlibat dalam rantai industri nikel. Selain itu, asosiasi tersebut juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan perusahaan global dari Asia hingga Eropa untuk memperkuat jaringan industri dan pertukaran informasi pasar. Dalam rangka meningkatkan kapasitas pelaku industri, APNI secara rutin menggelar berbagai kegiatan internasional, termasuk forum teknis dan konferensi industri nikel.

“Kepentingannya adalah bagaimana kita meningkatkan capacity building sebagai penambang sehingga Indonesia semakin diakui dan memiliki pengetahuan yang kuat di tingkat global,” ujarnya.

Untuk itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan pemangku kepentingan yang telah mendukung perjalanan organisasi tersebut hingga mencapai usia sembilan tahun.

“Mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi tahun depan pada perayaan ulang tahun ke-10 APNI,” harapnya. (Shiddiq)