
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-9 Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) yang digelar di Hotel Sultan Jakarta berlangsung meriah dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Momentum ini dinilai menjadi tonggak penting perjalanan organisasi dalam memperkuat peran industri nikel Indonesia di kancah global.
Founder of National Battery Research Institute (NBRI), Prof. Evvy Kartini, dalam wawancara dengan Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id) menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas pencapaian APNI selama hampir satu dekade terakhir.
“Pertama, selamat ulang tahun yang ke-9 untuk APNI. Semoga tetap berkarya, tetap adidaya, dan tetap membuat rakyat semakin sejahtera, tanpa juga melupakan lingkungan,” ujar Prof. Evvy usai acara HUT Ke-9 APNI, di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Perjalanan sembilan tahun organisasi tersebut, menurut dia, menunjukkan capaian yang sangat signifikan. Ia bahkan menilai APNI telah berhasil membawa industri nikel Indonesia dikenal luas di tingkat internasional.
“Saya lihat capaiannya selama sembilan tahun ini luar biasa. APNI ini menurut saya sudah mendunia. Bukan dunia yang datang ke sini, tapi sekarang APNI betul-betul melangkah ke dunia,” katanya.
Menurut profesor yang penemuannya berpotensi mempengaruhi teknologi baterai yang lebih ramah lingkungan ini menambahkan bahwa jaringan kerja sama internasional yang dibangun APNI juga semakin kuat. Organisasi ini dinilai aktif menjalin kemitraan dengan berbagai negara.
“Kerja samanya juga luar biasa dengan berbagai negara, baik di Eropa, di China, di Australia, maupun di Asia. Ini sangat bagus untuk mempromosikan nikel Indonesia di mata dunia,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai kehadiran APNI memiliki peran strategis dalam memperlihatkan sisi positif industri nikel nasional. Di tengah berbagai kritik terhadap sektor pertambangan, APNI dinilai mampu menunjukkan bahwa sumber daya tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi bangsa.
“Kita punya kekayaan, tapi kadang-kadang juga dibuat negatif. Nah dari APNI-lah bisa ditunjukkan sisi positifnya, bagaimana nikel Indonesia bisa bermanfaat bagi kita,” ujarnya.
Evvy juga memberikan apresiasi kepada kepemimpinan organisasi tersebut, khususnya kepada Sekretaris Umum (Sekum) APNI.
“Selamat juga kepada Sekum, Pak Nanan, atas leadership-nya selama ini, dan juga Ibu Sekum yang luar biasa aktifnya. Dia seperti api di dalam APNI, membuat semangat semua orang,” katanya.
Meski telah menembus panggung global, pendiri NBRI ini mengingatkan bahwa APNI harus tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi internasional dan keberpihakan pada masyarakat lokal.
“Harapan saya APNI mendunia, tapi tetap membumi. Mendunia itu untuk menyampaikan ke dunia dan mempromosikan bahwa kita setara. Tapi harus membumi, karena nikel itu ada di bumi,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pengelolaan nikel tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir pihak, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar tambang.
“Jangan sampai keberadaan nikel Indonesia hanya dinikmati segelintir perusahaan atau pihak asing. Masyarakat di sekitarnya juga punya hak untuk merasakan manfaatnya,” ujar Evvy.
Menurutnya, dengan peran yang semakin kuat baik di tingkat nasional maupun internasional, APNI diharapkan terus memperjuangkan pengelolaan nikel yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Dengan perjuangan APNI di mata dunia dan di bumi Indonesia, saya yakin APNI akan terus menjadi kekuatan penting bagi masa depan nikel Indonesia,” pungkasnya. (Shiddiq)


































