Beranda Korporasi IMIP Perkuat Komitmen Industri Berkelanjutan Lewat Peringatan HPSN 2026

IMIP Perkuat Komitmen Industri Berkelanjutan Lewat Peringatan HPSN 2026

56
0
(Foto: Dok IMIP)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Sabtu, 21 Februari 2026, menjadi hari yang istimewa bagi PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Pengelola kawasan industri terintegrasi dan berfasilitas lengkap dari hulu ke hilir ini menunjukkan komitmen kuat terhadap kepedulian lingkungan sebagai wujud penerapan industri berkelanjutan.

Kegiatan HPSN 2026 di kawasan IMIP diawali dengan edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah di sejumlah sekolah, yakni SD Dampala, SD Lalampu, dan SMPN 2 Bahodopi. Selain itu, kegiatan pengelolaan sampah berkelanjutan juga dilaksanakan di Pulau Langala dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Head of Environmental Department PT IMIP, Yundi Sobur, mengatakan, dalam HPSN 2026 kali ini pihaknya lebih banyak menggelar kegiatan di luar kawasan industri, dengan fokus pada pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, recycle).

“Kolaborasi multipihak penting dilakukan. Setiap unsur memiliki tanggung jawab saling melengkapi dan mendukung terciptanya tujuan bersama dalam pengelolaan sampah yang lebih efektif serta memberikan dampak luas dan berkelanjutan,” ujar Yundi, melalui keterangan PT IMIP, Sabtu (21/2/2026).

Di Pulau Langala, IMIP melibatkan perwakilan tenant dalam kawasan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Morowali, dinas pariwisata, KSM Ara Sinergi Berdaya, Pemerintah Desa Fatufia, dan pengelola wisata setempat. Langkah tersebut menjadi upaya meningkatkan kepedulian berbagai pihak terhadap tata kelola sampah sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan IMIP sebagai kawasan industri berkelanjutan.

Dia merinci, jumlah peserta edukasi meliputi 35 murid kelas VI SD Dampala, 64 murid kelas VI SD Lalampu, dan 42 siswa SMPN 2 Bahodopi. Sementara kegiatan edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan di Pulau Langala diikuti 170 peserta. Total peserta dalam rangkaian kegiatan selama tiga hari, 13–15 Februari 2026, mencapai 311 orang.

Dalam memperingati HPSN 2026 yang mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia Asri”, IMIP juga telah menjalankan berbagai program pengelolaan sampah berkelanjutan. Implementasi tersebut meliputi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan eco enzim, budi daya maggot, hingga penerapan sistem bioflok.

Selain itu, IMIP menggagas pemberdayaan masyarakat melalui KSM Bahomakmur dalam pengelolaan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis. Di internal kawasan, IMIP dan seluruh tenant diwajibkan melakukan pengelolaan sampah dari sumber hingga tahap akhir pengolahan.

Sebagai bagian dari kampanye pemilahan sampah, IMIP telah menyebarkan 2.500 poster di 52 perusahaan dalam kawasan. Setiap tenant juga diwajibkan memenuhi standar fasilitas pengelolaan sampah domestik, termasuk menyediakan minimal lima jenis tempat sampah terpilah, satu unit tempat pembuangan sementara, serta memiliki SOP sebagai pedoman pemilahan, pengumpulan, dan pengolahan sampah.

Diakuinya, tantangan pengelolaan sampah terintegrasi di kawasan industri adalah optimalisasi fasilitas dan penguatan budaya disiplin dalam pemilahan. Ke depan, IMIP berkomitmen meningkatkan sarana pendukung dan edukasi berkelanjutan agar pengelolaan sampah berjalan lebih efektif dan terintegrasi.

“Kami berharap masyarakat semakin menyadari bahwa pengelolaan sampah menjadi hal yang wajib dilakukan dan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Sampah yang dihasilkan bukan hanya dibuang begitu saja, tetapi juga bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis,” pungkasnya. (Mu Shid)