NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah menekankan pentingnya upaya tata kelola industri nikel nasional, khususnya di kawasan Morowali, Sulawesi Tengah, agar proses hilirisasi tetap berjalan sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.
Anggota Komisi XII DPR RI, Beniyanto Tamoreka, mengatakan, hilirisisasi nikel merupakan bagian penting dalam tranformasi ekonomi dan transisi energi nasional. Tetapi, hal tersebut juga harus diimbangi pembangunan smelter dan ekosistem industri harus diiringi dengan prinsip tata kelola yang transparan, persaingan usaha yang sehat, serta kepastian regulasi bagi seluruh pelaku usaha.

“Morowali telah berkembang menjadi salah satu pusat industri nikel terbesar di dunia. Karena itu, negara perlu memastikan bahwa ekosistem industri yang terbentuk tetap terbuka, kompetitif, dan memberikan manfaat luas bagi perekonomian nasional maupun daerah,” kata Beniyanto dalam keterangannya, dikutip Senin (23/2/2026).
Dia menilai, faktor utama hilirisasi tidak hanya pada volume produksi tetapi juga tata kelola dan nilai tambah jangka panjang serta penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga, pengawasan struktur industri, dan peningkatan standar keberlanjutan.

Kawasan industri nikel, menurut dia, telah berkembang menjadi pusat utama pengembangan mineral strategis Indonesia, sehingga membutuhkan pengawasan yang ketat serta keseimbangan antara kepentingan investasi dan kepentingan nasional.
Posisi Indonesia yang merupakan pemain utama dalam rantai pasok mineral kritis global harus dibarengi dengan strategi nasional yang kuat. Sehingga, tata kelola di kawasan industri nikel tersebut bukan hanya isu daerah tetapi juga untuk menjaga daya saing Indonesia di tengah dinamika energi dan persaingan global sektor baterai dan kendaraan listrik. (Uyun)
































