Beranda Pemerintahan Ditjen Minerba: Keselamatan dan Disiplin Kerja Jadi Prioritas Utama Pertambangan Berkelanjutan

Ditjen Minerba: Keselamatan dan Disiplin Kerja Jadi Prioritas Utama Pertambangan Berkelanjutan

278
0
Propana Okionomus Ali, Inspektur Tambang Ahli Muda Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batu Bara Ditjen Minerba (Foto: Tangkapan Layar Ditjen Minerba)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Aspek keselamatan pertambangan harus menjadi prioritas utama dalam mewujudkan keberlanjutan dalam industri tambang nasional. Penerapan budaya keselamatan yang kolektif dinilai sejalan dengan prinsip environment, social, and governance (ESG) yang menjadi fondasi penting dalam pengelolaan kegiatan pertambangan yang berkelanjutan.

Inspektur Tambang Ahli Muda Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batu Bara Ditjen Minerba, Propana Okionomus Ali, mengatakan, pentingnya kesadaran untuk membangun budaya keselamatan oleh seluruh stakeholder.

“Budaya keselamatan itu kolektif dari semua stakeholder. Mungkin saling mengingatkan ya. Budaya keselamatan dibangun baik secara internal maupun sampai stakeholder eksternalnya, yakni masyarakat sekitar melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM),” kata Propana dalam webinar Bulan K3 Nasional Pertambangan Tahun 2026, Kamis (22/1/2026).

Selain itu, sistem manajemen keselamatan pertambangan juga dinilai krusial. Penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan (SMKP) menjadi standar utama yang harus dijalankan secara konsisten oleh perusahaan tambang, tetapi masih ada keluhan terkait keterbatasan auditor SMKP.

“Jika perusahaan berkomitmen membangun auditor internal, yang paling diuntungkan adalah pekerja. Pekerja dibikin pintar untuk menjadi auditor,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), saat ini terdapat sekitar 1.600 auditor internal SMKP. Jumlah tersebut dinilai cukup apabila perusahaan memiliki komitmen untuk mencetak auditor dari internal tenaga kerjanya sendiri.

Ia turut mendorong para kepala teknik tambang (KTT) untuk mempersiapkan pekerjanya mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) SMKP. Menurutnya, komitmen keselamatan yang tercantum dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) seharusnya diikuti dengan program nyata, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Selain itu, pelatihan dan sertifikasi pekerja tambang juga disebut sebagai faktor penting dalam menekan risiko kecelakaan kerja. Optimalisasi pembinaan dan pengawasan (Binwas) oleh Kementerian ESDM turut menjadi elemen pendukung dalam memastikan penerapan keselamatan berjalan efektif di lapangan.

“Yang tidak kalah penting adalah penegakan disiplin. Disiplin merupakan bagian dari kontrol utama dalam sistem keselamatan pertambangan,” pungkasnya. (Uyun)