Beranda Korporasi Mind Id Dirikan Pabrik Baterai Terintegrasi di Karawang

Mind Id Dirikan Pabrik Baterai Terintegrasi di Karawang

330
0
(Foto: Dok. CATIB)

NIKEL.CO.ID, KARAWANG – Holding industri pertambangan Indonesia, Mind Id, kembali melangkah dalam penguatan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) nasional . Melalui perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), Mind Id memulai pembangunan fasilitas produksi baterai yang mencakup battery cells, module and pack di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

CATIB merupakan hasil kerja sama Mind Id melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Ltd., dan Lygend (CBL). Konsorsium CBL adalah perusahaan patungan yang dibentuk oleh Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL), Brunp, dan Lygend.

Managing Director Technology Advancement of Danantara Indonesia, Dwi Susanto, mengungkapkan, kehadiran fasilitas ini menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi industri baterai di dalam negeri. Pada tahap awal, fasilitas produksi tersebut dirancang memiliki kapasitas 6,9 GWh, yang selanjutnya akan ditingkatkan menjadi total 15 GWh pada fase kedua.

“Indonesia juga membangun penguasaan teknologi, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM), serta integrasi sistem industri hulu dan hilir EV. Dengan demikian, penciptaan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Indonesia dapat terwujud,” jelas Dwi dalam keterangan tertulis, dikutip, Selasa (20/1/26).

Pabrik baterai yang berdiri di atas lahan seluas 43 hektare ini akan dikembangkan melalui dua fasilitas utama. Fasilitas pertama meliputi module and pack beserta instalasi battery manufacture equipment, sementara fasilitas kedua adalah cell plant yang saat ini masih dalam tahap pembangunan lanjutan.

Dwi menilai, proyek strategis ini berpotensi menjadi penanda penting bagi Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah mineral nasional sekaligus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk kendaraan listrik.

“Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri baterai dan energi terbarukan, khususnya dalam mempersiapkan peluncuran komersial atas seluruh rantai nilai baterai hulu hingga hilir yang terintegrasi di Indonesia pada 2028,” ujar Dwi.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama Mind Id, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan, kemitraan strategis ini menjadi perwujudan peran Mind Id sebagai lokomotif hilirisasi industri mineral dan batu bara nasional.

Mind Id, lanjut Maroef, akan terus memaksimalkan potensi sumber daya alam mineral dan batu bara sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan di masa depan.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi, guna memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat,” tegas Maroef.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MOU) antara Mind Id, PT IBI, dan CATL yang mencakup kerja sama penelitian dan pengembangan produk di bidang baterai, energi terbarukan, serta mobilitas listrik. (Lili Handayani)