Beranda Berita Nasional BKPM Catat Realisasi Investasi 2025 Sebesar Rp496,9 Triliun

BKPM Catat Realisasi Investasi 2025 Sebesar Rp496,9 Triliun

202
0
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani (Foto: Tangkapan layar)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Realisasi investasi nasional sepanjang tahun 2025 tercatat Rp496,9 triliun. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan positif secara tahunan atau year on year (YOY) sebesar 9,9% dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebesar Rp452,8 triliun.

Hal itu sampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

“Total realisasi investasi adalah Rp496,9 triliun. Kalau kita lihat YOY-nya, kurang lebih meningkat 9,9% dari Rp452,8 triliun dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Menteri Rosan.

Ia mengatakan, capaian tersebut setara dengan 26,1% dari target investasi nasional tahun ini yang dipatok sebesar Rp1.905,6 triliun. Realisasi investasi memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada kuartal ini, investasi mampu menyerap hingga 754.186 tenaga kerja di seluruh Indonesia atau hampir 30%. Peningkatan tersebut mencerminkan dampak nyata investasi terhadap penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, pada investasi asing masih sedikit lebih tinggi dibandingkan investasi dalam negeri, sehingga realisasi penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp296,3 triliun atau 51,6% dari total investasi.

“Kalau kita lihat perbandingannya, perkembangan modal asing ini slightly higher dari modal dalam negeri, yaitu Rp296,3 triliun atau 51,6%. Ini meningkat 4,3% dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

Penanaman modal dalam negeri (PMDN) menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi secara tahunan. Investasi domestik tumbuh 16,2% dengan nilai realisasi mencapai Rp240,6 triliun atau 48,4% dari total investasi.

“Sebetulnya kalau kita lihat, pertumbuhan dalam negeri itu lebih tinggi YOY-nya, mencapai 16,2%, meskipun secara porsi masih sedikit di bawah investasi luar negeri,” pungkasnya.

Ia menilai, terjaganya arus investasi asing tidak terlepas dari stabilitas nasional, pada kuartal keempat ini kita selalu menjaga stabilitas politik dan stabilitas ekonomi. Selain itu, langkah reformasi kebijakan turut memperkuat kepercayaan investor terus melakukan perbaikan investasi, keep reforming ourselves, baik dari sisi kebijakan internal, regulasi, dan lain-lain. Hal tersebut mendapatkan positif oleh para investor. (Uyun)