Beranda Berita Nasional IMCC 2025 Momentum Penguatan Pengetahuan dan Regulasi Penutupan Tambang di Indonesia

IMCC 2025 Momentum Penguatan Pengetahuan dan Regulasi Penutupan Tambang di Indonesia

86
0
Director of Business Development PT SMG Consultant Indonesia, Alastair MacDonald (Foto: MNI)

NIKEL.CO.ID, JAKARTAIndonesia Mine Closure Conference (IMCC) 2025 dinilai sebagai tonggak awal penguatan pemahaman, tata kelola, dan kolaborasi lintas pihak dalam menghadapi tantangan penutupan tambang di Indonesia.

Hal itu disampaikan Director of Business Development PT SMG Consultant Indonesia, Alastair MacDonald, kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id) di sela-sela penutupan konferensi yang digelar di Energy Building, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025).

https://www.tickettailor.com/events/invr/1589356

Alastair, yang juga bertindak sebagai Pengarah Konferensi IMCC 2025, menjelaskan bahwa gagasan penyelenggaraan acara ini berangkat dari kebutuhan untuk melihat kembali perkembangan industri mineral yang terus berubah dari waktu ke waktu.

“Konsep dan ide untuk acara ini berasal dari beberapa tahun lalu. Kita melihat perubahan yang terjadi, perkembangan industri mineral di sini selama bertahun-tahun. Dan, sekarang kita melihat penutupan mendatangkan beberapa mineral yang berbeda,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sejak tahun 2000, Indonesia telah mengalami dinamika signifikan di berbagai komoditas, mulai dari timah, nikel, emas, hingga bauksit. Perubahan tersebut menghadirkan tantangan baru sekaligus tuntutan untuk memastikan kesiapan penutupan tambang di masa depan.

https://events.minviro.com/decarbonisation-workshop-apac-2025?hs_preview=GJvcVbTU-272478457024

“Kita tahu bahwa ada banyak tantangan di depan, termasuk kebutuhan presiden tentang keamanan energi, tapi juga menghasilkan peluang bagi masyarakat global. Kita harus memikirkan ini sebelum-sebelumnya. Mine closure selalu ada dari awal, tapi keadaan telah berubah. Jadi, kita harus memastikan semua persiapan telah dibuat sebelumnya,” tegasnya.

Saat ini, katanya lebih lanjut, aspek paling menarik dari isu penutupan tambang adalah pentingnya pemanfaatan pengetahuan dan pengalaman global sebagai dasar perbaikan praktik di Indonesia.

“Menurut saya, ini adalah pengetahuan yang sudah ada di Indonesia dan di seluruh dunia untuk membantu mine closure. Pengetahuan tersebut telah diambil dari mine closure di seluruh dunia. Kita harus belajar dari itu agar setelah kita mendekati mine closure di Indonesia, kita bisa memperbaiki keadaan di Indonesia, memperbaiki masyarakat global, memperbaiki lingkungan, dan menjadikan Indonesia lebih berkembang,” jelasnya.

https://event.cnfeol.com/en/event/339

Dia berharap penyelenggaraan konferensi ini terus berlanjut. IMCC 2025 merupakan langkah awal untuk menyentuh berbagai isu yang masih membutuhkan pendalaman.

“Ini adalah acara pertama, pertama kali kita mengadakan mine closure di Indonesia. Apa yang telah kita lakukan adalah menghampiri beberapa area dan masalah yang membutuhkan lebih banyak pekerjaan dan diskusi,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap IMCC dapat melibatkan lebih banyak lembaga terkait untuk menghasilkan solusi yang terintegrasi.

“Saya berharap pada masa depan, kita bisa bekerja dengan beberapa departemen yang terlibat di acara ini untuk mencari penyelesaian yang bisa menggabungkan semua orang. Tapi juga bekerja dengan orang Indonesia, mengikuti undang-undang yang telah disiapkan untuk membimbing kita,” tutupnya. (Shiddiq)