
NIKEL.CO.ID, MALUT — Awal tahun 2026 menjadi momentum penting bagi fasilitas penerbangan milik PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) setelah bandar udara (bandara) khusus mereka mencatat dua pencapaian signifikan sekaligus. Selain menjadi pelopor penerapan prosedur pencegahan penyakit menular, bandara ini juga dinobatkan sebagai bandara terbaik dalam penyusunan laporan operasional penerbangan sepanjang 2025.
Penghargaan pertama diberikan atas inisiatif bandara dalam merumuskan dan menerapkan SOP pencegahan penyebaran virus nipah, yang belakangan menjadi perhatian dunia karena dapat menyebabkan infeksi berat pada manusia. Kebijakan tersebut disusun setelah keluarnya surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI pada Januari 2026.

Kepala bandara, Ekky Widha Atmaka, menjelaskan, langkah antisipatif tersebut melibatkan banyak pihak, baik internal maupun eksternal.
“Sejalan dengan edaran tersebut, kami menginisiasi rapat koordinasi terintegrasi kekarantinaan bersama internal IWIP, termasuk divisi CPM dan Weda Bay Clinic (WBC), serta melibatkan pihak eksternal, seperti Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku Utara serta Karantina Kesehatan Maluku Utara,” ujar Ekky, dikutip www.nikel.co.id, Kamis (2/4/2026).

Dalam konteks internal, koordinasi dilakukan bersama Weda Bay Clinic, sementara kolaborasi eksternal melibatkan lembaga pemerintah, seperti Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku Utara serta Karantina Kesehatan Maluku Utara.
Penghargaan kedua diraih setelah bandara ini dinilai unggul dalam penyusunan Laporan Lalu Lintas Angkutan Udara (LLAU) untuk Periode 2025. Laporan tersebut merupakan dokumen penting yang merekam data pergerakan pesawat, penumpang, maupun kargo, termasuk pada masa-masa sibuk seperti libur Natal, Tahun Baru, dan Idul Fitri.

Laporan tersebut disampaikan kepada Kementerian Perhubungan melalui koordinasi dengan Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII dan Direktorat Angkutan Udara. Penghargaan diberikan pada awal 2026 bersama sejumlah bandar udara lain yang berada di bawah pengawasan wilayah yang sama.
“Capaian ini menjadi kebanggaan bagi kami karena Bandara Khusus Weda Bay mampu bersaing dengan puluhan bandar udara lainnya di wilayah kerja Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII,” ucapnya.
Dengan dua apresiasi ini, pihak pengelola bandara menegaskan komitmen mereka untuk terus memperkuat standar operasional, meningkatkan keselamatan, serta memastikan kesiapsiagaan menghadapi isu kesehatan global, demi mendukung keberlangsungan aktivitas industri di kawasan IWIP. (Li Han)




































