Beranda Nikel HPM Nikel Maret Periode 2, Harga MC 30% dan MC 35% Serentak...

HPM Nikel Maret Periode 2, Harga MC 30% dan MC 35% Serentak Naik

118
0

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Harga Mineral Acuan (HMA) Nikel Maret periode kedua, yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tercatat US$17.329,23/dmt, naik US$225,56 dari Maret periode pertama pada level US$17.103,67/dmt.

Kenaikan HMA nikel ini tentu mempengaruhi Harga Patokan Mineral (HPM) nikel yang dirilis Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Senin (16/3/2026), karena penghitungan HPM nikel berpatokan HMA nikel dan diolah berdasarkan formulasi dalam Kepmen ESDM No. 2946K/30/MEM/2017.

Oleh karena itu, dengan naiknya HMA, harga bijih nikel laterit kategori MC 30% dan MC 35% pun ikut terkoreksi untuk seluruh kadar nikel.

Perbandingan Harga MC 30% (FOB/wmt)

Berikut perbandingan harga MC 30% antara Maret Periode 1 dan Maret Periode 2, berdasarkan data resmi APNI.

KADAR BIJIH NIKELPERIODE 1PERIODE 2NAIK
1,10%US$15,80US$16,01US$0,21
1,20%US$18,68US$18,92US$0,24
1,30%US$21,79US$22,08US$0,29
1,40%US$25,14US$25,47US$0,33
1,50%US$28,73US$29,11US$0,38
1,60%US$32,57US$32,99US$0,42
1,70%US$36,64US$37,12US$0,48
1,80%US$40,95US$41,49US$0,54

Kenaikan harga terjadi di seluruh kadar, dengan rentang peningkatan US$0,21 – US$0,58.

Perbandingan Harga MC 35% (FOB/wmt)

Kategori MC 35% juga tercatat kenaikan harga merata.

KADAR BIJIH NIKELPERIODE 1PERIODE 2NAIK
1,10%US$14,67US$14,87US$0,2
1,20%US$17,34US$17,57US$0,23
1,30%US$20,23US$20,50US$0,27
1,40%US$23,35US$23,65US$0,3
1,50%US$26,68US$27,03US$0,35
1,60%US$30,24US$30,64US$0,4
1,70%US$34,02US$34,47US$0,45
1,80%US$38,02US$38,52US$0,5

Kenaikan harga MC 35% berada pada kisaran US$0,20 – US$0,63, dengan kadar 1,50% mencatat kenaikan tertinggi.

Kenaikan Harga Berpotensi Dongkrak Aktivitas Transaksi

Kenaikan harga pada kedua kategori MC menunjukkan penguatan pasar nikel pada awal Maret 2026. Pergerakan positif ini diperkirakan dapat meningkatkan minat transaksi antara penambang dan smelter. Memperbaiki margin produksi penambang, serta memberi sinyal pemulihan permintaan nikel global.

APNI menegaskan bahwa HPM akan terus dihitung secara transparan berdasarkan formula resmi dan harga rata-rata nikel LME. (Li Han)