Beranda Korporasi PT GNI Bantah Isu Kolaps, Tegaskan Operasional Perusahaan Tetap Berjalan

PT GNI Bantah Isu Kolaps, Tegaskan Operasional Perusahaan Tetap Berjalan

95
0
(Foto: Dok GNI)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) membantah pemberitaan di beberapa media nasional yang menyebut perusahaan mengalami kolaps dengan narasi “shutdown 5 line dari 20 line” dan menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan misinformasi.

“Hingga saat ini, PT GNI masih menjalankan kegiatan operasional secara normal. Seluruh aktivitas produksi dan operasional perusahaan berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan perencanaan serta standar operasional yang berlaku,” kata manajemen PT GNI dalam siaran pers yang diterima redaksi, Kamis (5/3/2026).

Dalam klarifikasi tersebut juga disampaikan bahwa pengelolaan lini produksi dalam industri merupakan hal yang dinamis dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan operasional, pemeliharaan, serta efisiensi proses.

“Perlu kami sampaikan bahwa pengelolaan lini produksi dalam industri merupakan hal yang dinamis dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan operasional, pemeliharaan, serta efisiensi proses. Namun demikian, hal tersebut tidak dapat dimaknai sebagai penghentian operasional perusahaan secara keseluruhan, apalagi disebut sebagai kolaps,” imbuh perusahaan.

Manajemen PT GNI juga menyampaikan penyesalan atas beredarnya informasi yang tidak dikonfirmasi secara menyeluruh dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, mitra usaha, maupun para pemangku kepentingan lainnya.

“Kami mengimbau kepada seluruh pihak, khususnya media massa, agar dapat mengedepankan prinsip keberimbangan dan konfirmasi dalam menyajikan informasi kepada publik. PT GNI senantiasa terbuka untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan yang dibutuhkan demi informasi yang akurat dan bertanggung jawab,” ujar GNI tegas.

Sebelumnya muncul pemberitaan tiga smelter berpotensi menghentikan operasinya akibat pemangkasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 menjadi sekitar 260 juta hingga 270 juta ton bijih nikel. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan kuota produksi yang disetujui dalam RKAB 2025 yang mencapai 379 juta ton.

Tiga smelter yang disebut dalam pemberitaan tersebut, yakni milik PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali (Sulawesi Tengah), PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNAI) di Bantaeng, (Sulawesi Selatan), dan PT Wanxiang Nickel Indonesia di Morowali (Sulawesi Tengah). Namun, Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) memberikan klarifikasi bahwa kabar mengenai penyetopan (shutdown) tiga smelter tersebut tidak berkaitan dengan pemangkasan kuota produksi nikel pada tahun ini. (Tubagus)