

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) memperkuat ketahanan energi di Halmahera Tengah melalui amandemen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) bersama PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dengan peningkatan excess power dari 8,5 megawatt (MW) menjadi 11 MW.
General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko, mengatakan, pemanfaatan excess power dari PT IWIP menjadi salah satu opsi untuk menjaga cadangan daya tetap aman di tengah pertumbuhan konsumsi listrik.
“Melalui skema pembelian excess power ini, kami memastikan cadangan daya di sistem Weda dan sekitarnya tetap terjaga pada level aman, terutama di tengah pertumbuhan konsumsi listrik rumah tangga dan usaha mikro,” ujar Soeratmoko dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, kenaikan kapasitas sebesar 2,5 MW akan memperkuat keandalan distribusi listrik saat beban puncak sekaligus menjaga stabilitas pasokan di tengah peningkatan kebutuhan energi.
“Dukungan PT IWIP sangat berarti bagi masyarakat Halmahera Tengah. Sinergi ini membantu kami menjaga kontinuitas pasokan listrik sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan energi tanpa harus menunggu pembangunan pembangkit baru,” katanya.

Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He, menyatakan, peningkatan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan energi di sekitar wilayah operasionalnya.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung keandalan pasokan listrik bagi masyarakat dan dunia usaha. Koordinasi dengan PLN akan kami perkuat agar kualitas daya yang disalurkan memenuhi standar teknis dan memberikan manfaat optimal bagi pelanggan,” kata Kevin.
Ke depan, PLN UIW MMU akan terus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri di Maluku dan Maluku Utara guna memperkuat sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan, sebagai fondasi percepatan transformasi ekonomi di wilayah timur Indonesia. (Tubagus)

































