Beranda Berita Nasional Huayou Indonesia Nilai Insentif Baterai Lokal Lebih Tepat Sasaran Dibanding Subsidi EV

Huayou Indonesia Nilai Insentif Baterai Lokal Lebih Tepat Sasaran Dibanding Subsidi EV

81
0
Director of Public Affairs Huayou Indonesia, Stevanus (Foto: MNI/Uyun)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Wacana penghapusan insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) tidak menghambat pengembangan industri baterai. Bahkan sebaliknya, hal itu dapat menjadi daya saing baterai buatan dalam negeri meningkat dan mampu memperluas manfaat bagi masyarakat.

Director of Public Affairs Huayou Indonesia, Stevanus, mengatakan, insentif yang diarahkan pada baterai lokal akan membuat produk baterai dari Indonesia menjadi kompetitif.

“Kalau insentif EV dihapus dan dialihkan ke baterainya, itu justru bagus. Artinya, baterai nikel made in Indonesia akan semakin kompetitif dan lebih affordable bagi masyarakat kita,” kata Stevanus kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), pekan lalu

Ia memaparkan, kebijakan penghapusan insentif untuk EV juga dinilai tepat sasaran. Sehingga, pemerintah tidak lagi menyubsidi produk impor, tetapi memperkuat rantai industri nasional yang berbasis sumber daya dalam negeri, termasuk nikel sebagai bahan baku utama baterai.

“Yang menerima manfaat akhirnya masyarakat. Baterai made in Indonesia disubsidi oleh pemerintah Indonesia dan digunakan oleh masyarakat Indonesia. Kita pun sebagai penggunanya akan merasa bangga menggunakan produk dalam negeri,” tuturnya.

Selain itu, dia menjelaskan penguatan insentif baterai lokal dinilai sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri. Diharapkan penguatan insentif tersebut yang didukung fiskal yang tepat, masyarakat dapat menggunakan baterai buatan Indonesia dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus meningkatkan kebanggaan terhadap produk nasional.

Pengalihan skema insentif tersebut diharapkan dapat mempercepat penguatan ekosistem industri baterai nasional, meningkatkan nilai tambah mineral dalam negeri, serta mendukung kemandirian industri kendaraan listrik Indonesia ke depannya. (Uyun)