NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Hingga saat ini belum ada data pasti mengenai jumlah material ikutan radioaktif, termasuk logam tanah jarang (LTJ) dan uranium, yang ikut terbawa dalam aktivitas pertambangan dan ekspor mineral. LTJ dan mineral ikutan radioaktif ternyata mengikuti proses penambangan dan eksplorasi komoditas seperti nikel dan timah.
Hal itu diungkapkan anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII bersama Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapetan), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
“Kami baru mengetahui bahwa LTJ dan mineral ikutan radioaktif ini ternyata mengikuti proses penambangan-penambangan eksplorasi, seperti nikel dan timah,” ungkap Syarif.

Ia berpandangan, Bapeten harus melihat ini semua dan menjadi pagar. Nantinya jangan sampai material yang diperebutkan dunia saat ini membuat Indonesia tidak berdaulat lagi. Karena, salah satu LTJ itu cadangannya sangat besar di negeri ini sampai-sampai Presiden Donald Trump terpincut dengan LTJ Indonesia.
Selain itu, politikus Partai Nasdem ini juga menyoroti laporan Badan Industri Mineral (BIM) mengenai potensi deposit LTJ di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, Bangka, dan Sulawesi Selatan. Daerah-daerah tersebut, katanya menekankan, perlu menjadi fokus prioritas pengawasan agar kegiatan eksplorasi dan penambangan tidak mengabaikan material ikutan strategis.

“Jadi, apakah perlu penguatan regulasi, perlu dukungan kami nanti untuk penguatan regulasi dan lain sebagainya. Kami inginkan Bapeten tidak hanya menunggu, tetapi harus ke depan nantinya dapat lebih aktif,” katanya.
Sebagai penutup, ia mengingatkan agar Bapeten menjalankan perannya secara proaktif dalam pengawasan, tidak hanya menunggu laporan atau aduan, tetapi mengambil langkah untuk mencegah lolosnya material terkait logam tanah jarang dan mineral ikutan radioaktif.
“Jangan sampai nanti, ibarat Bapeten punya warung cuma menunggu tetapi lalai melakukan pengawasan bahwa di suatu daerah terkandung material LTJ dan sebagainya lolos,” pungkasnya. (Tubagus)




























