Beranda Daerah Industri Nikel Dorong Ekonomi Maluku Utara, Tumbuh Pesat Sepanjang 2025

Industri Nikel Dorong Ekonomi Maluku Utara, Tumbuh Pesat Sepanjang 2025

88
0
Kawasan industri IWIP mejadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi Maluku Utara (Foto: Dok IWIP)

NIKEL.CO.ID, TERNATE — Peningkatan aktivitas industri pengolahan berbasis nikel dan ekspor yang terus membaik mendorong ekonomi tumbuh kuat di Maluku Utara sepanjang 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara, Simon Sapari, menjelaskan, sektor industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, seiring meningkatnya produksi komoditas olahan nikel dan berlanjutnya pembangunan fasilitas smelter di wilayah tersebut.

“Seluruh komoditas olahan nikel mengalami pertumbuhan positif. Bahkan, pertumbuhan tertinggi tercatat pada komoditas olahan tertentu yang mencapai 324,89% secara tahunan (year on year/YOY),” kata Simon dalam Berita Resmi Statistik yang dikutip Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Selasa (10/2/2026).

Selain itu, tahun 2025 juga menandai lahirnya produk baru dari hilirisasi nikel di Maluku Utara, yakni plat nikel (nickel plate). Produk ini menjadi indikasi semakin dalamnya struktur industri pengolahan di daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra nikel nasional.

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar US$1,7 miliar atau sekitar Rp28,9 triliun. Nilai ini berkontribusi sekitar 10,6% terhadap total PMA nasional, yang sebagian besar mengalir ke sektor industri pengolahan nikel.

Kinerja perdagangan luar negeri juga menunjukkan tren positif. Nilai ekspor Maluku Utara meningkat 39,19% secara tahunan dan 22,67% YOY. Volume ekspor pun naik signifikan, masing-masing sebesar 36,06% dan 14,31%. Komoditas unggulan, seperti besi dan baja (HS72), nikel (HS75), serta kimia anorganik (HS28), terus mencatatkan peningkatan sejak 2021.

“Permintaan global, terutama dari China sebagai mitra dagang utama, masih sangat kuat terhadap produk hasil pengolahan nikel,” ujarnya.

Pada triwulan IV 2025, produk domestik regional bruto (PDRB) Maluku Utara atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp38,7 triliun, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp21,2 triliun. Secara kumulatif, ekonomi Maluku Utara tumbuh 34,17% sepanjang 2025, menempatkannya sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 19,10%, disusul sektor pertambangan sebesar 7,33%. Pertumbuhan ini juga didukung oleh meningkatnya pembentukan modal tetap bruto (PMTB), terutama melalui impor mesin dan peralatan untuk pembangunan smelter.

Meski konsumsi pemerintah mengalami kontraksi akibat kebijakan efisiensi belanja, Simon menegaskan bahwa geliat industri nikel tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.

“Maluku Utara memiliki keunggulan dibandingkan provinsi lain karena kekuatan industrinya berbasis sumber daya nikel. Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Lili Handayani)