NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Huayou Indonesia menegaskan komitmennya terhadap penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) sebagai faktor strategis dalam menjaga keberlanjutan bisnis, seiring tingginya tuntutan mitra global terhadap standar operasional yang bertanggung jawab.
Director of Public Affairs Huayou Indonesia, Stevanus, mengatakan, ESG bukan sekadar wacana, melainkan telah menjadi bagian integral dalam struktur dan pengambilan keputusan manajemen perusahaan.
“Huayou melihat ESG sebagai faktor yang sangat penting. Mitra global kami juga memiliki requirement ESG yang cukup tinggi dan itu diterjemahkan secara konkret dalam keputusan manajemen,” ujar Stevanus kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Komitmen tersebut, katanya melanjutkan, tercermin dari penunjukan vice president (VP) khusus yang menangani ESG di tingkat global Huayou. Langkah ini menunjukkan bahwa ESG diposisikan sebagai keputusan strategis, bukan sekadar pemenuhan formalitas.
“Manajemen sampai menunjuk satu vice president khusus untuk ESG. Itu artinya ESG ini bukan omon-omon, tapi benar-benar dipandang sebagai faktor penentu keberlanjutan perusahaan,” katanya.

Ia memaparkan, Huayou telah memiliki kebijakan ESG yang didukung oleh departemen khusus untuk merumuskan standar dan pedoman operasional, termasuk pemenuhan kewajiban sertifikasi internasional seperti Responsible Minerals Initiative (RMI).
“Smelter-smelter kami sudah tersertifikasi RMI. Ini penting untuk menunjukkan kepada customer bahwa proses yang kami jalankan sesuai dan bertanggung jawab,” katanya dengan percaya diri.
Penerapan ESG di Huayou sudah terintegrasi penuh dalam kegiatan operasional perusahaan dan tidak bersifat sementara. “Sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasi kami,” ungkapnya.

Selain aspek lingkungan dan tata kelola, Huayou juga aktif pada dimensi sosial melalui berbagai inisiatif yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Tahun lalu, Huayou meluncurkan network framework bersama United Nations Global Compact (UNGC) untuk program pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.
“Program ini diikuti oleh beberapa perusahaan dalam ekosistem kami. Harapannya, inisiatif ini bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (Lili Handayani)




























