Beranda Pemerintahan Bahlil Tekankan Investasi Baterai Harus Win-Win Solutions dan Libatkan Daerah

Bahlil Tekankan Investasi Baterai Harus Win-Win Solutions dan Libatkan Daerah

88
0
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (Foto: MNI/Shiddiq)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, menegaskan pentingnya skema investasi yang adil, saling menguntungkan, serta memberikan nilai tambah maksimal bagi Indonesia dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi.

Hal tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan kerangka kerja sama konsorsium Antam – IBI – HYD, di Gedung Aula Sarulla, Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Dia menekankan agar kerja sama investasi yang dijalankan tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat.

“Saya ingin untuk investasi ini betul-betul berjalan dengan win-win solutions yang saling menguntungkan. Yang saling menguntungkan, teman-teman dari HUAYO maupun IBI ini,” ujarnya.

Ia meminta para mitra konsorsium untuk memandang Indonesia sebagai rumah bersama, bukan sekadar lokasi proyek.

“Saya ingin kalian melakukan investasi ini, anggap aja ini negara kalian juga. Saya ingin harus memberikan nilai tambah yang maksimal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menteri ESDM secara khusus menyoroti pentingnya pelibatan pengusaha dan tenaga kerja lokal di wilayah pengembangan proyek. Pembangunan ekosistem baterai tidak boleh mengabaikan peran daerah tempat industri tersebut berdiri.

“Saya titip betul bahwa pengusaha-pengusaha daerah juga harus ikut mengambil bagian di mana perusahaan itu berada,” katanya.

Dia merinci, pengembangan ekosistem baterai dan katoda yang berlokasi di Jawa Barat harus melibatkan pelaku usaha setempat. Sementara itu, pembangunan tambang, smelter, ekspor, dan fasilitas prekursor yang direncanakan di Maluku Utara, tepatnya di Halmahera Timur, juga wajib membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dan pengusaha lokal.

“Apa yang bisa dikerjakan oleh saudara-saudara saya di dua wilayah ini, paket tenaga kerja mereka. Jangan bawa dari luar lagi,” tegasnya.

Menurutnya, prinsip kedaulatan nasional harus menjadi pijakan utama dalam setiap proyek strategis.

“Karena kita ingin negara kita harus berdaulat. Yang bisa dikerjakan di dalam negeri, paket tenaga kerja di dalam negeri. Yang tidak bisa dikerjakan, baru antar dari luar. Karena ini adalah bagian daripada komitmen kita,” pungkasnya.

Kerja sama konsorsium Antam–IBI–HYD ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat rantai pasok industri baterai nasional sekaligus mendorong pemerataan ekonomi daerah melalui industrialisasi berbasis sumber daya dalam negeri. (Shiddiq)