NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Tsingshan Holding Group dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) berkolaborasi memperkuat kemitraan strategis. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai strategi tersebut memperkuat kebijakan hilirisasi.
Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Bayu Fajar Nugroho, mengatakan, kemitraan Tsingshan dan UNIDO merupakan langkah yang strategis untuk memperkuat tranformasi industri nasional dan kebijakan hilirisasi berbasis keberlanjutan.
“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing industri, tetapi juga memastikan bahwa pengembangan kawasan industri di Indonesia berjalan sejalan dengan prinsip environment, social, and governance (ESG), perlindungan lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Bayu di Halmahera Tengah, Maluku Utara, pekan lalu.
Kemenperin, katanya menjelaskan, mendukung kolaborasi Tsingshan dengan UNIDO serta mendorong kawasan industri di luar Pulau Jawa yang berbasis hilirisasi dan melihat keduanya dalam pembangunan industri nikel berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama tersebut dan memberikan dukungan terhadap implementasinya. Kami juga meyakini bahwa kolaborasi para pakar UNIDO dan tentunya para pemangku kepentingan terkait untuk memetakan potensi efisiensi energi, penurunan emisi, serta pengembangan simbiosis industri yang dikombinasikan dengan visi Tsingshan Holding Group dalam membangun industri nikel yang berkelanjutan, dan menghasilkan sinergi yang kuat untuk mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya menjelaskan, dikutip Rabu (21/1/2026).
Sementara itu, Presiden Direktur PT Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kevin He menyampaikan, penetapan IWIP sebagai kawasan percontohan menjadi momentum penting untuk memperkuat penerapan standar keberlanjutan di kawasan industri.
“IWIP berkomitmen mendukung prioritas nasional, yakni hilirisasi dan peningkatan nilai tambah serta penguatan kapasitas SDM dengan memastikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola menjadi bagian dari praktik operasional. Ini adalah bagian dari upaya memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai nilai industri nikel global yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Diketahui, Tsingshan, UNIDO, dan IWIP menargetkan peningkatan standar pengelolaan kawasan industri sekaligus mendorong integrasi aspekaspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG dalam pengelolaan kawasan industri. Maka, Kemenperin berharap kolaborasi tersebut berhasil dan menjadi saksi sukses kawasan industri berbasis hilirisasi sumber daya alam dan diikuti oleh kawasan industri lainnya di Indonesia. (Uyun)
























