
NIKEL.CO.ID, KOLAKA — Kawasan Industri Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) resmi meluncurkan Program Pembelajaran Bahasa Mandarin dan Studi Budaya bagi pemuda lokal di Kabupaten Kolaka. Program ini ditandai dengan pertemuan resmi antara IPIP dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang berlangsung pada 30 Desember, sekaligus penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MOU).
Melalui keterangan resmi Huayou yang disampaikan kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Rabu (14/1/2026). Kesepakatan tersebut, penyelenggaraan program akan dikoordinasikan oleh Pemkab Kolaka dengan mekanisme seleksi terpadu.
Proses seleksi disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja di IPIP, sehingga peserta yang terpilih diharapkan mampu mendukung pengembangan kawasan secara berkelanjutan. Program ini menyasar pemuda daerah yang memiliki latar belakang pendidikan memadai, potensi pengembangan diri yang tinggi, serta minat terhadap bahasa dan budaya Tiongkok.
Selain itu, peserta diharapkan memiliki komitmen untuk terlibat dalam pembangunan jangka panjang kawasan industri Pomalaa. Seluruh peserta akan mendapatkan pelatihan yang terstruktur dan sistematis.
Pelaksanaan program direncanakan dilakukan secara bertahap. Untuk angkatan pertama, proses seleksi ditargetkan rampung pada awal 2026. Peserta terpilih selanjutnya akan diberangkatkan ke Quzhou Polytechnic, Tiongkok, guna mengikuti pembelajaran intensif.
Kurikulum pelatihan difokuskan pada penguasaan bahasa Mandarin serta pemahaman budaya Tiongkok. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan praktis berbahasa sekaligus kompetensi komunikasi lintas budaya yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja internasional.
Sementara itu, pembukaan angkatan berikutnya akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan angkatan pertama. Peserta yang berhasil menyelesaikan program dan lulus evaluasi akan kembali ke Indonesia sesuai dengan perjanjian kerja sama.
Mereka kemudian akan ditempatkan pada posisi yang relevan di kawasan industri IPIP, dengan memanfaatkan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya yang dimiliki untuk mendukung operasional kawasan, komunikasi lintas pihak, serta penguatan tim tenaga kerja lokal.
Peluncuran program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam membuka akses pemuda Kolaka ke platform industri bertaraf internasional. Di sisi lain, inisiatif ini juga diharapkan mampu memperkuat pembentukan tim kerja yang stabil dan berkelanjutan di kawasan industri Pomalaa.
Ke depan, IPIP menyatakan akan terus memperluas dan memperdalam kerja sama dengan pemerintah daerah serta institusi pendidikan. Upaya tersebut diarahkan untuk mengembangkan model pelatihan sumber daya manusia yang lebih beragam dan terintegrasi, sehingga dapat memberikan dorongan berkelanjutan bagi pertumbuhan kawasan industri sekaligus kesejahteraan masyarakat setempat. (Lili Handayani)





















