NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, bertemu dengan perwakilan Tsingshan Group. Pertemuan tersebut disampaikan oleh Rosan melalui unggahan sosial medianya.
Dalam unggahan tersebut Rosan mengatakan, Indonesia dan Tsingshan Group telah menjalin kerja sama dalam jangka panjang untuk pengembangan berbasis nikel dan program hilirisasi mineral di dalam negeri.
“Indonesia dan Tsingshan Group telah menjalin kerja sama yang panjang di industri berbasis nikel dan hilirisasi di Tanah Air,” tulis Rosan, dikutip Senin (12/1/2026).
Diketahui, Tsingshan Holdings Group merupakan perusahaan swasta China yang aktif di industri baja nikarat (stainless steel) dan nikel. Tsingshan Holdings masuk dalam industri nikel Indonesia pada 2009.
PT Weda Bay Nickel merupakan salah satu anak usaha Tsingshan di Indonesia. Berdasarkan informasi dari web resmi Weda Bay Nickel, perusahaan ini merupakan perusahaan patungan antara Tsingshan sebagai pemegang saham sebesar 51,3%, Eramet memiliki saham sebesar 37,8% ,dan 10% dimiliki oleh PT Aneka Tambang Tbk.
Selain itu, Tsingshan di Indonesia juga memiliki PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan mineral logam dan produksi stainless steel yang terletak di dalam kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.
Adapun, IMIP juga memiliki 10% saham di PT ITSS yang merupakan satu-satunya perusahaan dari Indonesia yang menjadi pemegang saham di ITSS. (Uyun)






















