Beranda Berita Nasional VinFast Resmikan Operasi Pabrik EV di Subang, Perkuat Cita-cita Indonesia Jadi Raja...

VinFast Resmikan Operasi Pabrik EV di Subang, Perkuat Cita-cita Indonesia Jadi Raja EV Dunia

216
0
(Foto: Istimewa)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, resmi mengoperasikan pabrik kendaraan listriknya atau electric vehicle (EV) di Subang, Jawa Barat, Jumat (9/1/2026). Peresmian operasi ini menjadi tonggak penting dalam strategi ekspansi manufaktur global VinFast sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pengembangan industri EV di Indonesia.

CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengatakan, pembangunan pabrik tersebut diselesaikan dalam waktu relatif singkat.

“Pabrik ini kami selesaikan pembangunannya dalam waktu 17 bulan. Total luas lahan secara keseluruhan mencapai 171 hektare. Pada fase pertama, kami mengembangkan sekitar 10 hektare dengan nilai investasi sebesar US$300 juta, dengan kapasitas terpasang 50 ribu unit per tahun,” ujarnya dalam tayangan YouTube KompasTV, Jumat (9/1/2026).

Beroperasinya pabrik VinFast di Subang dinilai semakin memperkuat ambisi Indonesia menjadi pusat industri baterai dan EV dunia. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai negara industri maju melalui penguatan sektor manufaktur berbasis teknologi ramah lingkungan.

Kehadiran VinFast juga tidak terlepas dari keberhasilan kebijakan hilirisasi yang dijalankan pemerintah. Program tersebut mendorong pengolahan sumber daya alam dari bahan mentah hingga produk akhir (end product), sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Dengan beroperasinya pabrik kendaraan listrik ini, industri baterai dan EV dalam negeri diperkirakan akan semakin berkembang, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan efek domino positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pengembangan ekosistem industri baterai EV berbasis nikel di Indonesia telah memasuki fase operasional. Pemerintah menargetkan dua pabrik baterai EV mulai beroperasi pada 2026 sebagai bagian dari penguatan rantai pasok nasional.

Bahlil menegaskan, proyek baterai kendaraan listrik merupakan kelanjutan dari agenda hilirisasi mineral strategis yang diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Salah satu fasilitas utama berlokasi di Karawang, Jawa Barat, dengan konsep terintegrasi dari bahan baku nikel hingga baterai EV serta melibatkan mitra global.

“Ekosistem baterai mobil yang tahun kemarin di-groundbreaking oleh Presiden Prabowo di Karawang, yang punya CATL, direncanakan pada semester I 2026 itu sudah kita resmikan,” katanya dalam konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM 2025, di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Ia menambahkan, pengembangan tersebut menandai kesiapan Indonesia memasuki tahap produksi baterai EV secara komersial. Pemerintah memandang penguatan industri baterai sebagai kunci untuk meningkatkan nilai tambah nikel nasional sekaligus mempercepat adopsi EV di dalam negeri.

Saat ini, pabrik baterai EV pertama yang telah beroperasi di Indonesia adalah PT Hyundai LG Industri (HLI) Green Power di Karawang dengan kapasitas produksi 10 gigawatt hour (GWh). Pabrik tersebut diresmikan Presiden Joko Widodo pada 3 Juli 2024 dan menjadi produsen baterai EV terbesar di Asia Tenggara. Pabrik kedua, milik CATL di Karawang, ditargetkan mulai beroperasi pada semester I 2026.

Sementara itu, kehadiran pabrik VinFast di Subang dinilai tidak hanya menambah kapasitas produksi EV nasional, tetapi juga berpotensi membentuk ekosistem baru industri otomotif berbasis teknologi dan daya saing global.

“Keberadaan VinFast sangat penting karena membawa ekosistem industri 4.0 yang baru. Hal ini akan membuat iklim kompetisi di dunia industri otomotif nasional semakin tumbuh dan berkembang,” ujar pakar otomotif dan akademisi, Yannes Martinus Pasaribu.

Pabrik VinFast di Subang sebelumnya telah diresmikan secara fasilitas pada 15 Desember 2025. Namun, peresmian pada 9 Januari 2026 menandai dimulainya operasi penuh dan aktivitas produksi secara komersial.

Dengan beroperasinya pabrik VinFast di Subang, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain penting dalam rantai nilai industri kendaraan listrik global. Langkah ini tidak hanya memperkuat basis manufaktur nasional, tetapi juga membuka jalan bagi tumbuhnya ekosistem industri baru yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing internasional. (Shiddiq)