Beranda Korporasi Sphere Corp Akuisisi 10% Proyek Excelsior Nickel Cobalt di IMIP

Sphere Corp Akuisisi 10% Proyek Excelsior Nickel Cobalt di IMIP

305
0
Foto ilustrasi (Dok. Nickel Industries)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Sphere Corp, sebuah perusahaan asal Korea Selatan yang selama ini dikenal sebagai pemasok material paduan logam (alloy) khusus untuk SpaceX milik Elon Musk, akan masuk ke Indonesia dengan mengakuisisi 10% proyek Excelsior Nickel Cobalt (ENC), smelter nikel berteknologi high pressure acid leach (HPAL).

Transaksi proyek tersebut senilai US$2,4 miliar. Saham proyek yang berlokasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, itu dimiliki Nickel Industries Limited yang tercatat di bursa Australia yang terafiliasi dengan PT United Tractors Tbk. dan perusahaan asal Hong Kong, Decent Resource. Sebanyak 10% saham proyek ENC itu diakuisisi Sphere dari Decent Resource. Sementara itu, Nickel Industries dalam proyek tersebut mempertahankan kepemilikan 44% saham.

“Kami sangat senang dapat mengumumkan transaksi ini dengan Sphere Corp. terkait akuisisi 10% kepemilikan di ENC, serta perjanjian penjualan (offtake) nikel katoda yang menyertainya. Fakta bahwa Sphere, sebagai salah satu pemasok terakreditasi utama bagi SpaceX, memilih untuk berinvestasi di ENC menunjukkan kualitas katoda ENC, keterlacakan produk, serta visi kami untuk menjadikan ENC sebagai etalase global produsen nikel berkualitas tinggi yang berkelanjutan dan berada pada kelompok biaya terendah,” kata Managing Director Nickel Industries, Justin Werner, dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (5/1/2026).

Werner mengatakan, transaksi itu menjadi penanda perjanjian pembelian material ENC ke pasar Barat. Dan, kesepakatan tersebut membuka pintu masuk ke pasar aeronautika dan kedirgantaraan Amerika Utara untuk produk ENC.

“Kami sangat menyambut baik bahwa offtake tersebut ditujukan ke industri kedirgantaraan dan aeronautika yang berkembang pesat, yang menuntut standar kualitas produk tertinggi dan diproyeksikan tumbuh sekitar 8% CAGR hingga 2030,” pungkasnya.

Sphere akan mengambil 10% kepemilikan nikelnya dalam bentuk material katode. Selain itu, perusahaan ini telah menandatangani offtake agreement untuk pembelian volume tambahan di luar kepemilikan 10% nikelnya dengan harga pasar.

Diperkirakan pendanaan transaksi akuisisi tersebut akan selesai pada awal kuartal I/2026. Diketahui, proyek ENC yang sedang dibangun di Sulawesi Tengah ini merupakan proyek HPAL pertama di dunia yang memiliki kapasitas untuk memproduksi tiga produk nikel kelas 1, yakni mixed hydroxide precipitate (MHP), nikel sulfat, dan katode nikel. (Uyun)