
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Sany Group meluncurkan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk sektor pertambangan dan logistik di pameran kendaraan niaga Giicomvec 2026. Ke depan, perusahaan akan mengedepankan kendaraan ramah lingkungan.
Deputy General Manager and Director of Government Relations of Sany Group, Saanjay Shamdasani, mengatakan, saat ini Sany tengah fokus mengembangkan produk baru, terutama kendaraan berbasis green energy (listrik,) seperti excavator dan dump truk.

“Bukan cuma pengembangan yang ada saat ini, tapi kami juga fokus pada produk baru, terutama green energy atau elektrik untuk excavator, dump truk, dan lainnya,” kata Saanjay, di booth Sany, di Giicomvec 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Menurut dia, kehadiran Sany di Indonesia juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong efisiensi energi dan pengurangan emisi di sektor industri.
Dalam acara tersebut, Sany meluncurkan kendaraan besar, yaitu Sany SE588, yang merupakan kendaraan listrik berbasis baterai yang diklaim sudah beroperasi di Indonesia. Truk yang kapasitas angkutnya hingga 120 ton ini menjadi salah satu EV yang pas untuk kebutuhan industri pertambangan lantaran daya angkut besar. Selain itu, keunggulan lain truk tersebut adalah pengisian daya yang cepat.


Sany mencoba menjawab tantangan tersebut dengan dua solusi sekaligus. Untuk pengisian cepat (fast charging), baterai dapat diisi dari 20% ke 80% hanya dalam waktu sekitar 55 menit.
Sementara itu, truk ini juga dilengkapi dengan teknologi battery swapping, yang penggantian baterainya hanya dalam waktu sekitar 5 menit, sehingga kendaraan dapat kembali beroperasi tanpa harus menunggu lama.

Fitur ini dinilai krusial untuk industri seperti pertambangan yang membutuhkan operasional nyaris tanpa henti. Menariknya, meski berbasis listrik, performa truk ini diklaim tidak kalah dengan kendaraan konvensional.
Adapun, SE588 dibekali tenaga puncak (peak power) hingga 650 dan torsi mencapai 2.800 Nm, yang memungkinkan kendaraan tetap kuat di medan berat. Bahkan, truk ini disebut mampu menanjak hingga kemiringan 27% yang sering ditemui di area tambang. (Fuyun)









































