Beranda Berita Nasional Ketergantungan Pasokan Timur Tengah, Sulfur Jadi Faktor Penentu Industri Nikel

Ketergantungan Pasokan Timur Tengah, Sulfur Jadi Faktor Penentu Industri Nikel

96
0

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Tingginya ketergantungan akan pasokan sulfur dari Timur Tengah kini menjadi faktor krusial yang mempengaruhi struktur biaya hingga arus perdagangan nikel global, khususnya bagi industri nikel berbasis high pressure acid leach (HPAL).

“Dengan 80% bergantung pada suplai Timur Tengah dan 45% perdagangan global melewati satu chokepoint, sulfur kini secara langsung membentuk struktur biaya, arus perdagangan, dan penetapan harga,” ujar Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey, dalam forum Argus Fertilizer Asia Conference 2026 di Bali, Selasa (31/3/2026).

Kondisi tersebut, menurut Meidy, berdampak signifikan terhadap industri nikel, khususnya pada fasilitas pengolahan HPAL yang sangat bergantung pada sulfur sebagai bahan baku utama dalam proses produksi.

Volatilitas pasokan dan harga sulfur berpotensi meningkatkan biaya operasional serta mempengaruhi daya saing produk nikel Indonesia di pasar global. Oleh karena itu, diperlukan strategi diversifikasi pasokan dan penguatan rantai pasok domestik guna mengurangi risiko ketergantungan tersebut.

Konferensi yang berlangsung pada 31 Maret hingga 2 April 2026 ini mempertemukan pelaku industri pupuk, pertambangan, dan energi dari berbagai negara untuk membahas dinamika pasar serta tantangan rantai pasok global. (Shiddiq)