Beranda Berita Nasional BRIN Optimalkan Ekstraksi Nikel dan Kobalt dari Baterai Bekas untuk Transisi Energi...

BRIN Optimalkan Ekstraksi Nikel dan Kobalt dari Baterai Bekas untuk Transisi Energi Bersih

83
0
Baterai EV yang sudah habis masa pakainya masih bisa berguna setelah didaur ulang. Kandungan nikel dan kobalt di dalamnya dapat dimanfaatkan kembali (Foto: Istimewa)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan optimasi perolehan nikel dan kobalt dari baterai bekas. Hal itu dilakukan untuk mendukung penyediaan bahan baku teknologi transisi yang bersih.

Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Material BRIN, Nur Vita Permatasari, mengatakan, seiring meningkatnya penggunaan teknologi, kebutuhan baterai litium diperkirakan akan terus bertambah. Diketahui, nikel dan kobalt adalah komponen utama baterai kendaraan listrik, perangkat elektronik, dan sistem penyimpanan energi.

“Daur ulang baterai bekas tidak hanya menyediakan sumber logam kritis, tetapi juga menghasilkan jejak lingkungan dan kebutuhan energi yang lebih rendah dibandingkan penambangan,” kata Vita dalam keterangannya, dikutip Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, melalui konsep urban mining, baterai litium-ion bekas dapat berpotensi menjadi sumber nikel dan kobalt lantaran kandungan logamnya yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan tambang primer.

Selain itu, nikel dan kobalt juga dapat diperoleh dari sumber sekunder yang masih mengandung logam bernilai selain dari penambangan. Perolehan tersebut dapat berasal dari limbah industri metalurgi, limbah papan sirkuit elektronik, dan baterai bekas.

Kemudian, katode baterai litium bekas bahkan memiliki kandungan nikel dan kobalt yang relatif tinggi dibandingkan kandungan dalam bijih, sehingga berpotensi menjadi sumber urban mining. Baterai litium bekas berpotensi besar sebagai sumber sekunder logam kritis seperti nikel dan kobalt. Diharapkan penelitian tersebut untuk ke depannya dapat dikembangkan pada skala lebih besar dan diintegrasikan dalam proses daur ulang baterai di tingkat industri. (Uyun)