Beranda Pemerintahan Proyek Hilirisasi Nikel Bertambah, Satgas Siapkan Inisiasi Baru untuk Danantara

Proyek Hilirisasi Nikel Bertambah, Satgas Siapkan Inisiasi Baru untuk Danantara

61
0
Sekjen Kementerian ESDM, Prof. Ahmad Erani Yustika (Foto: MNI/Shiddiq)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah terus memperluas proyek hilirisasi, termasuk di sektor pertambangan nikel, dengan menambah jumlah proyek yang disiapkan untuk digarap oleh Danantara.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Prof. Ahmad Erani Yustika, menegaskan, jumlah proyek yang direalisasikan akan terus meningkat dari sebelumnya 18 proyek.

“Ada yang mau kami tambahkan. Potensinya kami buka. Yang realisasi itu akan terus-menerus ditambah memang,” ujar Prof. Erani kepada wartawan di Kantor Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan, Tim Satgas Hilirisasi saat ini tengah mendesain dan menginisiasi proyek-proyek baru. Inisiasi tersebut tidak hanya di sektor mineral dan batu bara (minerba), tetapi juga mencakup migas, perikanan, kehutanan, hingga pertanian.

Namun, satgas belum dapat memastikan kapan rekomendasi resmi akan disampaikan. Setiap inisiasi proyek akan dipresentasikan terlebih dahulu kepada presiden. Jika mendapat persetujuan, proyek akan masuk tahap pra-studi kelayakan (pre-seasibility study/Pra-FS). Penyusunan pra-FS tetap dilakukan oleh Satgas Hilirisasi.

“Begitu sudah Pra-FS dan diekspos, eksekusinya penuh di Danantara. Kami tidak ikut lagi,” tegasnya.

Peran satgas, lanjutnya, lebih pada pengawalan dan monitoring apabila dalam pelaksanaan muncul kendala seperti perizinan, tumpang-tindih lahan, persoalan Amdal, atau hambatan regulasi lainnya.

“Kalau ada bottleneck, ada persoalan pemerintah daerah, lahan, Amdal, kami membantu monitoring dan fasilitasi,” ujarnya. Hingga kini, menurutnya, belum ada permintaan khusus terkait hambatan tersebut karena proyek-proyek masih dalam tahap awal.

Sebelumnya, enam proyek hilirisasi telah memasuki tahap groundbreaking dan diserahkan kepada Danantara untuk ditindaklanjuti. Terkait skema pembiayaan dan peluang kerja sama, dia menyebut Danantara membuka ruang kolaborasi, termasuk dengan swasta.

“Setahu saya ada ruang kerja sama. Prinsipnya kita ingin percepatan. Kalau swasta belum masuk dan proyek itu penting bagi negara, ya kita akan masuk,” pungkasnya.

Langkah ini mempertegas komitmen pemerintah mempercepat hilirisasi nikel dan sektor strategis lainnya guna mendorong nilai tambah, memperkuat industri nasional, serta meningkatkan daya saing ekspor. (Shiddiq)