NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Hilirisasi nikel dan logam tanah jarang (LTJ) dipercepat untuk memperkuat industri nasional, ketahanan ekonomi, dan posisi geopolitik Indonesia.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Senayan, Senin (9/2/2026). Brian menegaskan, pengembangan LTJ dilakukan dengan pendekatan paralel dan gerak cepat, yakni perhitungan cadangan berjalan bersamaan dengan penguasaan teknologi. Langkah ini diambil karena momentum pasar dan geopolitik global yang dinilai sangat menguntungkan Indonesia.
“Kami tidak menunggu cadangan selesai dihitung. Ketika data siap, teknologi juga harus sudah siap,” ujarnya.

BIM berperan sebagai badan regulator dan pemberi rekomendasi, sementara operator hilirisasi akan dijalankan oleh BUMN melalui Prominas. Pengawalan dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir, termasuk pengembangan industri turunan LTJ.
Dalam rapat tersebut, DPR menyoroti lemahnya tata kelola mineral ikutan nikel, khususnya pada produk nickel pig iron (NPI) yang hanya mengandung sekitar 5% nikel, sementara unsur bernilai tinggi lain, seperti kobalt, mangan, magnesium, hingga potensi skandium dan LTJ belum dimanfaatkan optimal. Menjawab hal tersebut, BIM menyatakan tengah menyiapkan regulasi mineral ikutan serta kajian pengetatan batasan kualitas produk dan ekspor.

Dia juga menekankan, data cadangan LTJ bersifat strategis dan sensitif, sehingga publikasinya harus mempertimbangkan kepentingan pertahanan negara. BIM secara rutin melaporkan perkembangan kebijakan LTJ kepada presiden.
RDP tersebut menghasilkan kesimpulan penting, antara lain dorongan kepada BIM untuk memperkuat riset nasional, menyusun peta jalan LTJ terintegrasi, membangun inventori nasional LTJ yang kredibel, serta memastikan seluruh kebijakan hilirisasi berwawasan lingkungan.
Langkah itu menegaskan komitmen pemerintah menjadikan hilirisasi nikel dan LTJ sebagai pilar industrialisasi nasional, sekaligus mengangkat Indonesia dari eksportir bahan mentah menjadi pemain utama industri mineral strategis global. (Shiddiq)




























