Beranda Berita Nasional Hashim Djojohadikusumo: Regrowth Buka Peluang Ekonomi dan Kepercayaan Investor

Hashim Djojohadikusumo: Regrowth Buka Peluang Ekonomi dan Kepercayaan Investor

904
0
Hashim Djojohadikusumo (Foto: Istimewa)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pendekatan pertumbuhan berkelanjutan (regrowth) dapat menjadi titik temu antara kepentingan perlindungan lingkungan hidup dan peningkatan investasi di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, dalam paparannya pada hari kedua Indonesia Economic Summit (IES) 2026 yang digelar Indonesia Business Council (IBC) di Shangri-La Hotel Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Hashim mengingatkan, isu lingkungan tidak seharusnya dipandang sebagai beban bagi dunia usaha. Sebaliknya, regrowth justru membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kepercayaan investor, termasuk investor asing.

“Saya tahu bahwa regrowth ini merupakan cerita keuntungan bagi perusahaan karena jika kita lihat FDI (foreign direct investment, red), sekurang-kurangnya 1,5% dari perusahaan ini berhasil regrowth sejauh hari ini,” ujarnya.

Namun, ia menekankan, implementasi regrowth perlu dilakukan secara terukur agar keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan dapat terjaga.

“Jadi, saya pikir, kita hanya perlu berhati-hati dan berfokus. Maka, pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa membuat pasar kita berfungsi untuk orang?” katanya.

Dalam konteks tersebut, adik Presiden Prabowo itu menilai, teknologi memiliki peran krusial sebagai instrumen penghubung antara komitmen lingkungan dan kepastian investasi. Teknologi dinilai mampu memastikan aktivitas perusahaan berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan sekaligus berdampak pada penciptaan lapangan kerja.

“Dan saya pikir satu hal yang penting adalah untuk memanfaatkan ruang ini dengan teknologi tersebut, dengan teknologi tersebut untuk memonitor dan mengaktifkan pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan,” jelasnya.

Transformasi berbasis teknologi memungkinkan perusahaan menunjukkan akuntabilitas dan kinerja lingkungan yang lebih terukur, yang pada akhirnya memperkuat daya tarik investasi.

“Ini telah diubah menjadi teknologi tersebut. Dan, saya pikir hal tersebut akan memanfaatkan perusahaan untuk menunjukkan bahwa kita bisa melakukan hal tersebut,” tuturnya.

Indonesia Economic Summit 2026 menjadi forum strategis untuk membahas arah kebijakan ekonomi nasional yang mengintegrasikan pertumbuhan investasi dengan agenda lingkungan hidup. Pemerintah mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta agar pembangunan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan inklusif. (Shiddiq)