Beranda Korporasi Kinerja Meroket di 2025, Produksi dan Penjualan Nikel Jadi Motor Utama Merdeka...

Kinerja Meroket di 2025, Produksi dan Penjualan Nikel Jadi Motor Utama Merdeka Battery Materials

196
0
(Foto: Dok Merdeka Battery)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT Merdeka Battery Materials Tbk. mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Pencapaian tersebut ditopang oleh penguatan signifikan pada sektor operasional nikel, khususnya dari sisi produksi dan penjualan. Performa solid ini menegaskan posisi korporasi ini sebagai salah satu pemain kunci dalam rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Sepanjang sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025 (9M 2025), Merdeka Battery berhasil membukukan pendapatan sebesar US$935 juta, dengan EBITDA meningkat 22% menjadi US$140 juta. Capaian tersebut mencerminkan ketahanan margin perseroan di tengah dinamika operasional, penyesuaian strategi produksi, serta kenaikan biaya eksternal seperti penerapan mandatori bahan bakar B40 dan tarif royalti.

Salah satu kontributor terbesar terhadap kinerja positif tersebut berasal dari operasional tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). Selama 9M 2025, tambang SCM mencatatkan produksi bijih nikel sebesar 14,5 juta ton, melonjak 68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini ditopang oleh kenaikan produksi limonit sebesar 48% dan saprolit yang melesat hingga 135% dibandingkan 9M 2024.

Kinerja produksi yang kuat tersebut turut diimbangi dengan disiplin pengendalian biaya. Merdeka Battery berhasil menjaga margin bijih nikel dengan biaya kas tetap sesuai panduan, yakni di bawah US$25/wmt untuk saprolit dan US$13/wmt untuk limonit, meskipun menghadapi tekanan kenaikan biaya energi dan royalti.

Di sisi pengolahan, fasilitas smelter rotary kiln electric furnace (RKEF) Merdeka Battery memproduksi 52.863 ton nickel pig iron (NPI) sepanjang 9M 2025, turun 17% secara tahunan akibat pemeliharaan terjadwal. Namun demikian, margin NPI justru tercatat kuat di level US$1.866/ton nikel, didukung oleh peningkatan integrasi pasokan bahan baku dan efisiensi energi.

Saat ini, sekitar 80% bijih nikel yang digunakan fasilitas RKEF berasal dari tambang SCM, meningkat signifikan dari 48% pada periode yang sama tahun lalu. Integrasi ini menjadi kunci penguatan margin di tengah fluktuasi pasar.

Sementara itu, Merdeka Battery juga melakukan penyesuaian strategis pada portofolio produknya. Produksi high-grade nickel matte (HGNM) sempat dihentikan sementara pada Maret 2025 untuk memprioritaskan NPI yang memiliki margin lebih tinggi. Produksi HGNM kembali dimulai pada Oktober 2025 setelah perseroan ini memperoleh kontrak dengan ketentuan ekonomi yang lebih menguntungkan.

Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk., Teddy Oetomo, menegaskan, capaian kinerja tersebut mencerminkan fokus perseroannya pada penciptaan nilai jangka panjang.

“Kinerja 9M 2025 menegaskan fokus Merdeka Battery pada penciptaan nilai, bukan semata peningkatan volume. Perbaikan margin NPI dan biaya kas mencerminkan manfaat dari model terintegrasi penambangan hingga pengolahan,” ujarnya dalam keterangan pers, ditulis Rabu (13/1/2026).

Ke depan, korporasi yang berkomitmen menghasilkan produk-produk terdepan untuk mendukung transformasi energi global ini terus melanjutkan investasi pada proyek-proyek strategis, termasuk pengembangan fasilitas high pressure acid leach (HPAL) yang terintegrasi. Sejumlah proyek hilirisasi, seperti fasilitas HPAL milik PT Sulawesi Nickel Cobalt dan Pabrik Acid Iron Metal (AIM), juga berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan mulai berkontribusi dalam beberapa tahun mendatang.

Dengan likuiditas yang solid, daya saing biaya yang terus membaik, serta dukungan kuat dari operasional nikel yang terintegrasi, Merdeka Battery Materials berada di jalur pertumbuhan yang selaras dengan kebutuhan industri baterai dan transisi energi global. (Shiddiq)