Beranda Berita Nasional Baterai Nikel Perkuat Ekonomi Hijau, Teknologi LFP Menghadang

Baterai Nikel Perkuat Ekonomi Hijau, Teknologi LFP Menghadang

500
0

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah menegaskan pentingnya investasi pada industri baterai, khususnya yang berbasis nikel, sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi sekaligus pendorong transisi energi nasional yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata 7% pada fase pertama 2025–2029 hingga fase terakhir 2040–2045, dengan investasi diposisikan sebagai engine of growth.

Ahli Muda Kementerian Hilirisasi dan Investasi/BKPM, Dwianta Hadi Pramana, mengatakan, total kebutuhan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) ditargetkan mencapai Rp47.500 triliun dan diharapkan kontribusi investasi mencapai sepertiganya.

https://www.tickettailor.com/events/invr/1589356

“Kontribusi investasi swasta diharapkan sebesar Rp13.032 triliun atau sekitar sepertiga dari total kebutuhan investasi, meski mekanisme pencatatannya berbeda,” kata Dwianta, di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan peran sektor sekunder dalam investasi swasta yang sebelumnya kontribusi sektor manufaktur berhasil meningkat dari 33% menjadi 42%.

“Pada periode mendatang diharapkan sektor sekunder dapat menyumbang lebih dari 50% dari total investasi swasta. Namun, hal ini masih menjadi tantangan karena realisasi investasi sektor industri selama ini banyak ditopang oleh modal asing,” paparnya.

https://events.minviro.com/decarbonisation-workshop-apac-2025?hs_preview=GJvcVbTU-272478457024

Dorongan pertumbuhan ekonomi yang agresif juga berpotensi meningkatkan emisi karbon sehingga pemerintah mulai mengadopsi pendekatan doughnut economy yang menekankan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan sosial dan batasan ekologis.

“Hal ini diharapkan mampu mengarahkan pertumbuhan ekonomi menuju model sustainable economy yang tidak hanya tinggi, tetapi juga ramah lingkungan,” ujarnya.

Industri baterai menjadi salah satu sektor strategis dalam kerangka green economy. Pengembangan baterai nikel untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dinilai memiliki potensi besar, namun pemerintah menyadari dinamika teknologi yang terus berubah. Saat ini, dominasi baterai berbasis nikel mulai mendapat tantangan dari teknologi lithium ferro phosphate (LFP) yang semakin berkembang secara global.

https://event.cnfeol.com/en/event/339

“Potensi nikel Indonesia dalam mendukung industri EV sangat besar, tetapi kita harus terus mengikuti perkembangan teknologi global agar kebijakan yang disusun tetap relevan dan adaptif,” pungkasnya.

Tuntutan pasar global terhadap produk berkelanjutan semakin meningkat dengan dorong kebijakan ketat di berbagai negara seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat, serta komitmen perusahaan besar dunia untuk mencapai target pengurangan emisi dan net zero emission menjadi sinyal bahwa investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya dituntut besar secara nilai, tetapi juga harus menghasilkan produk yang ramah lingkungan. (Uyun)