Untuk Pasokan Kebutuhan Nikel, Elon Musk Deal Dengan Vale di Brasil

NIKEL.CO.ID – Tesla Inc., pabrikan mobil listrik yang tercatat di Bursa Nasdaq AS dengan kode saham TSLA, mendapatkan pasokan nikel untuk digunakan dalam baterai kendaraan listriknya setelah pemerintah Kaledonia Baru mencapai kesepakatan dengan perusahaan pertambangan Brasil, Vale, untuk penjualan Tambang Goro miliknya.

Dalam laporan Reuters, dengan kesepakatan ini maka Tesla telah mengamankan kendali yang lebih besar atas rantai pasokan logam baterai listriknya dengan deal membeli nikel dari Tambang Goro di Kaledonia Baru.

Kaledonia Baru adalah negara berstatus eks jajahan Prancis. Wilayah ini terletak di sub-benua Melanesia di Samudra Pasifik sebelah barat daya. Negeri ini juga dinamai Kanaki yang berasal dari nama penduduk asli kepulauan tersebut.

Kesepakatan itu sah setelah para pemimpin politik di Kaledonia Baru pada Kamis pekan lalu (4/3) menyetujui persyaratan baru untuk penjualan tambang nikel Vale di sana, termasuk kepemilikan mayoritas bagi kepentingan lokal.

Selain itu, kesepakatan ini juga sebagai solusi dalam menyelesaikan keresahan atas rencana penjualan tambang nikel tersebut yang sempat diprotes warga.

Deal yang ditandatangani oleh para pemimpin pro-kemerdekaan dan loyalis di wilayah negara pasifik Prancis itu, termasuk ditekennya “kemitraan teknis dan industri” dengan Tesla yang memang tengah mencari bahan mentah untuk baterainya.

Tahun lalu, keputusan Vale menjual tambang nikel dan pabrik pengolahan (smelter) ke konsorsium perusahaan komoditas asal Swiss Trafigura memicu perlawanan sengit dari kelompok pro-kemerdekaan di wilayah tersebut.

Protes yang disertai kekerasan membuat Vale menutup tambang tersebut pada Desember 2020.

Berdasarkan perjanjian yang diteken pada Kamis lalu, kelompok politik mengusulkan agar 51% saham tambang operasi Vale di sana dipegang oleh otoritas provinsi Kaledonia Baru dan investor lokal lainnya.

Sementara itu, Trafigura akan memiliki 19% saham, kurang dari 25% yang direncanakan dalam kesepakatan penjualan awal dengan Vale.

Vale dan Trafigura menyambut baik kesepakatan politik tersebut.

“Tugas kami sekarang adalah menyelesaikan setiap dan semua item yang belum terselesaikan untuk memungkinkan transaksi selesai secara resmi,” kata Vale dalam pernyataan yang dikirim melalui email, dilansir Reuters, Selasa (9/3/2021).

Vale, yang telah mencoba menjual aset tambang di Kaledonia Baru selama bertahun-tahun itu, mengatakan sekitar 3.000 pekerjaan langsung dan tidak langsung sangat bergantung pada dimulainya kembali aktivitas penambangan di sana.

“Kami menantikan operasi dilanjutkan dan penyelesaian akhir transaksi secepat mungkin,” kata juru bicara Trafigura.

Namun Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Kaledonia Baru adalah penghasil nikel terbesar keempat di dunia. Kaledonia Baru menambang 25% nikel dunia dan tambang Goro memiliki salah satu cadangan terbesar, yang mampu menghasilkan sekitar 40.000 ton nikel per tahun.

Industri nikel di Kaledonia Baru juga mencakup operasional dari dua perusahaan nikel dunia yakni Société Le Nickel atau SLN, perusahaan nikel grup pertambangan Prancis Eramet dan Koniambo Nickel SAS, yang 51% sahamnya dimiliki oleh Société Minière du Sud Pacifique (SMSP) Provinsi Kaledonia Baru Utara dan 49% dimiliki oleh Glencore.

Vale yang dulu bernama Companhia Vale do Rio Doce (the Sweet River Valley Company) adalah raksasa nikel di dunia. Di Indonesia, perusahaan memiliki anak usaha PT Vale Indonesia Tbk (INCO), yang 20% sahamnya juga dipegang PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), atau MIND ID.

Pada 19 Juni 2020, Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co, Ltd (SMM) telah menandatangani perjanjian definitif pembelian saham untuk penjualan 20% saham INCO kepada Inalum, sesuai dengan kewajiban divestasi Perseroan berdasarkan Amandemen KK 2014. Transaksi ini selesai pada akhir tahun 2020.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Vale Indonesia menjadi Vale Group 44,34%, MIND ID 20,00%, SMM 15,03%, Sumitomo Corporation 0,14%, dan publik 20,49%.

Tesla Dapat Suplai Nikel

Nikel adalah logam penting dalam produksi baterai lithium-ion yang digunakan dalam kendaraan listrik dan CEO Tesla Elon Musk baru-baru ini sudah menyatakan keprihatinannya atas ketersediaan komoditas mineral ini.

Nah, sebagai bagian dari perjanjian dengan pemerintah Kaledonia Baru, Tesla akan memiliki akses ke pasokan nikel jangka panjang dari tambang dan akan duduk sebagai penasihat teknis dalam proyek tersebut.

Dalam penggarapan tambang ini, Reuters melaporkan, Tesla akan terlibat dalam “kemitraan teknis dan industri” untuk membantu mengambil nikel untuk produksi baterainya dan menyesuaikan produk sesuai standar dan keberlanjutan bersama, menurut perjanjian keduanya.

Vale mengatakan kesepakatan itu akan “memungkinkan operasi untuk melanjutkan jalur yang berkelanjutan untuk masa depan, melestarikan pekerjaan dan memberikan nilai ekonomi bagi negara”.

Tesla tidak akan memiliki saham di tambang Goro tetapi kemitraannya di tambang memberikannya kendali yang lebih besar atas rantai pasokan baterai listriknya.

Sumber: CNBC Indonesia