Masih Pengaruh Lockdown di China, Harga Nikel Turun 690 Dolar AS di LME

392
Dok, Ekonomi Bisnis.com

NIKEL.CO.ID, 12 Mei 2022—Harga nikel perdagangan siang ini, Kamis (12/5/2022), pukul 10.51 WIB, di London Metal Exchange (LME) turun menjadi 27.775 dolar AS per ton. Harga tersebut lebih rendah 690 dolar AS per ton dibandingkan penutupan bursa kemarin yang bertengger di 28.465 dolar AS per ton.

Ketidakstabilan harga nikel tersebut diduga masih terpengaruh munculnya kembali pandemi covid-19 di China yang menerapkan lockdown. Tentu saja, hal itu mempengaruhi harga karena negeri asal Panda itu merupakan konsumen dan importir nikel terbesar di dunia.  Menurut antaike.com, produsen baterai
untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di sana mengurangi, bahkan ada yang menghentikan produksi mereka. Jadi, mau tak mau lockdown-nya China menekan konsumsi nikel.

Sebagaimana diketahui, nikel adalah salah satu bahan baku utama dalam pembuatan baterai EV. Karenanya, jika produksi baterai EV menurun, permintaan nikel pun ikut turun.

Selain itu Shanghai Metal Market (SMM) logam dasar dan LME sebagian besar ditutup dengan kenaikan karena pembacaan indeks harga konsumen (IHK) AS dan China. Meskipun IHK AS masih mendekati level tertinggi 40 tahun, tidak mungkin mengarah pada kebijakan moneter yang lebih agresif.

Nikel di Shanghai Futures Exchange (ShFE) dibuka pada 203.000 yuan/mt dalam perdagangan semalam, kemudian melayang di sekitar 207.000 yuan/mt. Sementara harga nikel LME turun, maka jendela impor terbuka. Akhirnya, harga ditutup pada 206.760 yuan/mt, meningkat 4.420 yuan/mt, atau 2,18%, dari hari perdagangan sebelumnya.

Volume perdagangan adalah 53.300 lot dan minat terbuka turun 6.085 lot menjadi 53.700 lot. Secara fundamental, pasokan nikel murni masih terbatas. Akibat pengaruh dari melonjaknya harga nikel LME dan besarnya output Indonesia yang melebihi ekspektasi, harga NPI di China sedikit turun. Dari sisi permintaan, meski harga baja nirkarat sedikit turun, pabrik baja masih memangkas produksi pada Mei karena kekurangan bahan baku berbasis nikel dan pembatasan transportasi di tahap awal. Harga nikel ShFE diperkirakan akan tetap berada pada kisaran yang tinggi dalam jangka pendek.

(Fia/Editor: Rdj)