Arsyi Maulidin: Mudah-mudahan Saya Lulus Verifikasi dan Menjadi CPI

595
Asri Maulidn. Foto. Nikel.co.id

NIKEL.CO.ID, 19 Juli 2022-Selasa (19/7/2022) ini, pembekalan materi pendidikan dan latihan (diklat) kepada 18 calon Competent Person Indonesia (CPI) dan enam peserta Workshop CPI Nikel memasuki hari kedua. Diklat dilaksanakan selama lima hari, sejak 18 hingga 22 Juli 2022.

Selama diklat mereka akan diberikan Materi Umum, Materi Pelaporan Hasil Eksplorasi, Materi  Estimasi Sumberdaya, dan Materi Estimasi Cadangan Nikel.

Panitia workshop membagi peserta yang mengikuti pembekalan materi-materi tersebut ke dalam dua kelas, sesuai dengan ketentuan kriteria  bidang yang ditekuni para calon CPI, yaitu Kelas Estimasi Sumberdaya Nikel dan Kelas Estimasi Cadangan Nikel.

Pembekalan materi diklat dibagi dalam tiga sesi, yang dimulai pukul 08.00 sampai 15.30 WIB. Di Kelas Estimasi Sumber Daya Nikel, mereka akan diberikan materi oleh Lufi Rachmad tentang Fundamental Kode KCMI, Alan Muntako tentang Pengantar Geologi Nikel, Validasi Estimasi Sumber Daya, Uji Prospek Beralasan dan Klasifikasi Area Sumber Daya, Verifikasi dan Validasi Data Base Geologi, dan Kualitas dan Analisis Laboratorium, Bambang Eko tentang Asesmen Legal dan Lahan, Interpretasi Data Geologi, dan Pemodelan Geologi.

Selanjutnya ada pemateri Yanri Budi tentang Pengantar Geostatistik, Parameter Estimasi, dan Estimasi Sumber Daya, Setyo Wibowo tentang Fundamental Estimasi Sumber Daya, serta Jimmy Gunarso yang memberikan materi Penutupan dan Penjelasan Pelaksanaan Coaching.   

Sementara Kelas Estimasi Cadangan, pemateri Lufi Rachman memberikan pembekalan Fundamental Kode KCMI, Citra Kusuma tentang Verifikasi dan Validasi Sumber Daya, Pit Optimasi, Fundamental Estimasi Cadangan, dan Praktical Pit Design, Lesbon Sitorus tentang Perencanaan selama Umur Tambang, Jimmy Gunarso tentang Evaluasi Keekonomian (Estimasi Biaya Pengembangan dan Pembuatan Cash Flow), dan Penutupan dan Penjelasan Pelaksanaan Coatching, Ronny Luhansa tentang Evaluasi Faktor-faktor Pengubah, dan Estimasi dan Klasifikasi Cadangan serta Penyusunan Pelaporan.

Arsyi Maulidin, salah satu calon CPI mengutarakan perasaannya selama mengikuti diklat di Workshop CPI Nikel yang diselenggarakan APNI bekerjasama dengan PERHAPI dan IAGI. Menurutnya, selama mengikuti diklat di workshop ini semua berjalan secara baik.  

“Selama dua hari ini menurut saya bagus, dalam arti untuk acara-acara seperti ini saya rasa sangat bagus,  kalau bisa ditingkatan lagi,” kata Arsyi yang saat ini bekerja di PT Adhi Kartiko Pratama.

Arsyi yang mengikuti diklat di Kelas Estimasi Sumber Daya Nikel mengungkapkan bahwa CPI untuk Estimasi Sumber Daya terbilang masih sedikit. Maka,  dengan diselenggarakannya Workshop CPI Nikel merupakan langkah positif, khususnya untuk perkembangan pengetahuan calon CPI, umumnya untuk sumber daya manusia Indonesia.

“Perkembangan industri nikel saat ini cukup maju, dan ini tentunya harus seiring juga dengan perkembangan sumber daya manusia itu sendiri, salah satunya untuk menciptakan CPI. Jadi, lebih banyak CPI, maka personal di indonesia semakin baik,” tutur Arsyi.

Pria berkacamata ini berharap, sebagai salah satu peserta calon CPI setelah mengikuti workshop ini, bisa melanjutkan ke tahap Coaching dan Pendampingan selama 2 bulan, hingga mengikuti tahapan verifikasi.

“Karena, bisa dikatakan jadi CPI atau tidaknya itu ada di hasil veriifikasi yang terakhir ini. Jadi, saya harap dari tahapan-tahapan ini saya bisa melalui dengan baik,” Arsyi berharap lulus dalam semua tahapan tersebut hingga dinyatakan lulus sebagai CPI. (Fia/Chiva).