Beranda Berita Nasional UT Kuasai 70% Perusahaan Tambang dan Pengolahan Nikel

UT Kuasai 70% Perusahaan Tambang dan Pengolahan Nikel

1591
0
Pertambangan terbuka

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – PT United Tractors Tbk (UT) terus melakukan ekspansi ke sektor pertambangan nikel. Perusahaan tambang nikel, PT Stargate Pasific Resources (SPR), dan pengolahan nikel, PT Stargate Mineral Asia (SMA), diakuisisi UT melalui anak perusahaannya, PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) sebesar 70%.

Untuk kedua perusahaan yang berlokasi di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, itu UT merogoh kocek sebesar Rp3,2 triliun yang dilakukan pada 30 November 2023 lalu. DTN membeli saham PT Anugerah Surya Pacific Resources (ASPR) sebesar 66,67% pada 1 Desember 2023 yang merupakan perusahaan induk dan memiliki 30% saham SPR dan SMA dengan total nilai sebesar Rp1,6 triliun.

Sehingga dalam laporan keuangan konsolidasi tahun 2023, UT membukukan pendapatan bersih sebesar Rp128,6 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 4% dari tahun 2022 sebesar Rp123,6 triliun.

Untuk pendapatan laba bruto pun mengalami peningkatan sebesar 3% dari Rp34,8 triliun menjadi Rp35,8 triliun. Sedangkan laba bersih perusahaan sedikit mengalami penurunan sebesar 2% menjadi Rp20,6 triliun dari Rp21,0 triliun. Hal ini disebabkan adanya kenaikan biaya keuangan dan kerugian nilai tukar mata uang asing.

Sementara disektor usaha kontraktor penambangan, UT menjalankan operasinya melalui PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Untuk pembukuan PAMA hingga Desember 2023, berhasil meraih laba bersih sebesar Rp54,0 triliun, naik 14% dari Rp47,4 triliun.

Dalam catatan PAMA, ada peningkatan volume produksi batu bara sebesar 11% dari 116 juta ton menjadi 129 juta ton, dan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 21% dari 954 juta bcm menjadi 1,2 miliar bcm, dengan rata-rata stripping ratio sebesar 9,0x, meningkat dari 8,2x.

Sedangkan untuk usaha pertambangan batu bara, UT menjalankan usahanya melalui PT Tuah Turangga Agung (TTA). Tercatat hingga Desember 2023 total penjualan batu bara mencapai 11,8 juta ton, termasuk 2,5 juta ton batu bara metalurgi, atau meningkat 19% dibandingkan tahun 2022. Namun di sektor batu bara, mengalami penurunan sebesar 2% dari Rp31,1 triliun di 2022 menjadi Rp30,5 triliun di 2023.

 UT memiliki banyak cabang usaha selain yang tersebut di atas, antara lain usaha di sektor pertambangan emas dan mineral Lainnya, sektor mesin kontruksi, industri kontruksi, dan juga di sektor energi. Contohnya, anak usaha United Tractors yaitu PT Energia Prima Nusantara (EPN) berhasil menguasai saham PT Supreme Energy Sriwijaya (SES) sebesar US$1,9 juta atau sebesar 49,6%. PT SES pemilik 25,2% saham PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) yang memiliki proyek panas bumi dengan kapasitas existing sebesar 2 x 49 MW yang telah beroperasi di Sumatra Selatan. (Shiddiq)