10 Proyek Nikel Terbesar di Dunia, Indonesia Diwakili Antam

NIKEL.CO.ID – Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia. Namun, mayoritas dari 10 besar proyek tambang nikel terbesar di dunia justru berada di Amerika Utara.

Untuk mengidentifikasi cadangan nikel terbesar yang dapat menjadi bagian dari lanskap pasokan global di masa depan, Mining.com dan perusahaan saudaranya, MiningIntelligence, menyusun 10 proyek tambang nikel terbesar yang sedang dikembangkan di seluruh dunia dan memeringkatkannya berdasarkan sumber daya nikel yang terkandung dalam kategori terukur dan terindikasi.

Pada posisi teratas, ada proyek polimetalik Nori Clarion-Clipperton milik DeepGreen Metals Inc. di bagian timur laut Samudra Pasifik. Wilayah eksplorasinya yang mencakup 1,1 juta km2 itu diperkirakan mengandung logam sekitar 4,8 juta ton dengan komoditas yang terindikasi antara lain kobalt, tembaga, mangan, dan nikel. Proyek ini sedang dalam tahap eksplorasi lanjutan.

Posisi kedua, terdapat deposit nikel-sulfida Dumont yang terletak di kamp pertambangan Abitibi, Kanada. Setelah berproduksi, diproyeksikan akan menjadi salah satu operasi tambang nikel terbesar di dunia dengan produksi nikel tahunan rata-rata 39.000 ton selama lebih dari 30 tahun.

Temuan lapangan hijau (greenfield area) FPX Nickel di Decar, British Columbia, Kanada menempati posisi ketiga. Depositnya mengandung awaruite, yakni paduan nikel-besi alami. Proyek ini diperkirakan menghasilkan 37.369 ton konsentrat per tahun selama umur tambang 24 tahun.

Selanjutnya, adalah proyek lain yang juga ditemukan di British Columbia dengan ukuran yang sama, tetapi dengan geologi yang berbeda, yakni proyek Turnagain yang dioperasikan oleh Giga Metals. Setelah dikembangkan, diperkirakan mampu menghasilkan 33.000 ton nikel per tahun selama 37 tahun, dengan produksi tahunan puncak sebesar 45.000 ton.

Sepuluh proyek nikel terbesar di dunia yang digarap saat ini./MiningIntelligence

Menempati posisi kelima adalah proyek Twin Metals Antofagasta yang terletak di kamp pertambangan Duluth Complex di Minnesota. Proyek tambang tersebut di bawah pengawasan ketat selama bertahun-tahun karena protes publik atas risiko lingkungan dan dihentikan selama kepresidenan Obama. Namun, kemudian dihidupkan kembali oleh pemerintahan Trump.

Lalu di posisi keenam terdapat prospek wilayah tambang Sangaji di Halmahera Timur, Maluku Utara, yang dikembangkan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Kandungan logamnya diperkirakan mencapai 2 juta ton. Proyek ini sedang dalam tahap eksplorasi lanjutan.

Empat proyek lainnya yang masuk dalam 10 besar antara lain, proyek Goongarrie milik Ardea Resources di wilayah Kalgoorlie Australia; proyek Crawford milik Canada Nickel Company di kamp pertambangan Timmins-Cochrane Ontario; proyek Mesaba yang dikembangkan Teck Resources di Amerika Serikat; dan proyek Central Musgrave milik Metals X di Australia.

Dari 10 proyek tersebut, empat proyek di antaranya masih dalam tahap eksplorasi lanjutan, sedangkan dua proyek di British Columbia telah mencapai tahap preliminary economic assessment, dan sisanya mencapai tahap prastudi atau studi kelayakan.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “10 Proyek Nikel Terbesar di Dunia, RI Diwakili Satu Perusahaan Ini